Pontianak (Suara Pontianak) – Pasangan ganda putra anyar Indonesia, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan, mengawali debut mereka dengan hasil positif pada Polytron Pontianak International Challenge 2026.Debut Manis Wahyu/Pulung di Polytron Pontianak International Challenge 2026. SUARAPONTIANAK/SK
Tampil pada babak 32 besar, Rabu (26/8/2026), Wahyu/Pulung berhasil mengatasi perlawanan pasangan Chinese Taipei, Chiang Chien-Wei/Yu Shiang Chou, melalui pertandingan dua gim dengan skor 23-21, 21-16.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Wahyu/Pulung yang untuk pertama kalinya tampil sebagai pasangan dalam sebuah turnamen.
Pulung mengakui sempat merasakan suasana berbeda ketika pertama kali memasuki lapangan bersama Wahyu. Sebelumnya, ia sudah cukup lama berpasangan dengan Ansel sehingga harus beradaptasi ketika kini bermain bersama Wahyu yang akrab disapa Tyo.
“Ini pertama kali kami tampil sebagai pasangan baru. Rasanya sedikit aneh pas masuk lapangan karena biasanya dengan Ansel, sudah lama pasangan dengan Ansel dan sekarang bersama Tyo,” ujar Pulung.
Meski sempat merasa canggung, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pulung menilai chemistry dengan Wahyu justru sudah terbangun cukup baik berkat persiapan yang dilakukan dalam waktu relatif panjang.
“Tapi di dalam lapangan, chemistry dan koneksinya sudah cukup baik. Persiapan yang lumayan lama juga berpengaruh,” katanya.
Selama menjalani latihan bersama, keduanya juga terus mematangkan pola permainan yang akan diterapkan ketika bertanding. Salah satu kekuatan yang coba dikembangkan adalah permainan cepat dengan pola no lob.
“Di latihan memang kami terus mematangkan pola permainan. Kekuatan kami di permainan-permainan no lob,” ungkap Pulung.
Wahyu menambahkan, kekompakan keduanya tidak hanya terbentuk melalui latihan. Hubungan yang cukup dekat di luar lapangan juga menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dan memahami karakter masing-masing.
“Selain karena persiapan latihan yang panjang, kami dekat di luar lapangan. Kami di asrama satu kamar sejak sebelum berpasangan,” kata Wahyu.
Kedekatan tersebut membuat proses adaptasi keduanya sebagai pasangan baru berlangsung lebih cepat. Komunikasi yang sudah terbangun membantu mereka membaca situasi pertandingan dan menentukan strategi ketika menghadapi tekanan lawan.
Meski akhirnya mampu menang dua gim, Wahyu/Pulung harus bekerja keras sejak gim pertama. Mereka sempat kehilangan momentum akibat sejumlah kesalahan sendiri sehingga keunggulan yang sebelumnya dimiliki nyaris terlepas.
Pasangan Chinese Taipei bahkan mampu mengejar dan membalikkan keadaan sebelum Wahyu/Pulung kembali menemukan ketenangan pada poin-poin krusial.
“Di gim pertama kami banyak mati sendiri. Sudah unggul, terkejar bahkan tersusul, tapi di akhir kami bisa lebih tenang,” ujar Wahyu.
Pengalaman pada gim pertama menjadi evaluasi penting bagi pasangan anyar tersebut. Memasuki gim kedua, Wahyu/Pulung tampil lebih terkontrol, mengurangi kesalahan sendiri dan mampu menjaga tekanan terhadap lawan.
Perbaikan permainan itu membawa mereka mengamankan gim kedua dengan skor 21-16 sekaligus memastikan kemenangan dua gim langsung.
“Di gim kedua sudah bisa lebih kontrol permainan,” kata Wahyu.
Meski berhasil melewati babak 32 besar, Wahyu menyadari masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki jika mereka ingin melangkah lebih jauh di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Fokus, konsistensi, dan kemampuan memulai pertandingan dengan baik menjadi pekerjaan rumah bagi pasangan tersebut. Mereka tidak ingin kembali memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan seperti yang terjadi pada gim pertama.
“Ke depan kami harus meningkatkan fokus, jaga konsistensi dan start poin-nya harus bagus,” tegas Wahyu.
Kemenangan pada laga debut ini menjadi sinyal positif bagi pasangan Wahyu/Pulung. Dengan chemistry yang terus berkembang, persiapan yang matang, serta pola permainan cepat yang menjadi salah satu kekuatan mereka, pasangan baru Indonesia tersebut kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Polytron Pontianak International Challenge 2026. [SK]