Bengkayang (Suara Pontianak) – Semangat nasionalisme menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berkobar di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat..jpeg)
Pemasangan bendera merah putih di Perbatasan Jagoi Babang dalam rangka menyambut HUT RI. SUARAPONTIANAK/SK
Sebanyak 3.000 bendera Merah Putih dipasang membentang sepanjang kurang lebih 12 kilometer, mulai dari Titik Nol Perbatasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga Simpang Takek, Senin (3/8/2026).
Pemasangan ribuan bendera tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap tanah air sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di kawasan perbatasan yang menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Program pemasangan bendera ini merupakan inisiatif Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI melalui pengadaan bendera, sementara pelaksanaan di lapangan dikoordinasikan oleh Panitia HUT ke-81 RI Kecamatan Jagoi Babang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Jagoi Babang, Saidin, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, instansi vertikal, organisasi masyarakat, hingga warga setempat dalam semangat gotong royong.
Aksi nasionalisme tersebut mendapat dukungan dari Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani, Koramil Jagoi, Polsek Jagoi, Satgas Intelijen Kodam XII/Tanjungpura, Unit Intel Kodim Bengkayang, serta Tim Intel Korem 121/Alambhana Wanawai.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Jagoi Babang bersama unsur Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.
Selain unsur pemerintah dan aparat, kegiatan ini juga melibatkan Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan (FKMP) Jagoi Babang, pelajar, guru, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta masyarakat Kecamatan Jagoi Babang.
Camat Jagoi Babang, Saidin, mengatakan pemasangan ribuan bendera Merah Putih tersebut bukan hanya menjadi kegiatan rutin menjelang peringatan kemerdekaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam memperkuat rasa cinta tanah air di wilayah perbatasan.
“Ini adalah pesan tegas dari batas negeri bahwa kedaulatan NKRI harga mati. Kehadiran seluruh elemen masyarakat, forum perbatasan, dan aparat di sini menunjukkan bahwa kami bersatu menjaga halaman depan Indonesia tetap tegak dan dihormati,” ujar Saidin.
Menurutnya, kawasan perbatasan merupakan wajah terdepan Indonesia yang harus terus dijaga, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan memperkuat semangat nasionalisme masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai elemen dalam pemasangan bendera tersebut menunjukkan bahwa nilai persatuan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat perbatasan.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Jagoi Babang akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan bernuansa kebangsaan. Salah satunya Kirab Bendera Merah Putih Raksasa yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Agustus 2026 dan melibatkan masyarakat serta unsur lintas instansi.
Sementara itu, puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia akan digelar pada 17 Agustus 2026 melalui upacara bendera di kawasan PLBN Jagoi Babang.
Momentum tersebut diharapkan menjadi simbol kuatnya persatuan, nasionalisme, serta komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan Indonesia di kawasan perbatasan. [SK]