Pontianak) – Yayasan Dharma Aswad Salam menggelar forum need assessment bersama akademisi dan tokoh masyarakat Kapuas Hulu untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan daerah.
Forum yang digelar pada Kamis (6/8/2026) di Student Union UPT Bahasa Universitas Tanjungpura Pontianak tersebut menjadi bagian dari persiapan pendirian Politeknik di Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pengurus Yayasan Dharma Aswad Salam, Liadi Bestari, ST, kemudian dilanjutkan dengan arahan Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. Ir. Henny Herawati, ST, MT.
Turut hadir Pengawas Yayasan Prof. Dr. H. Chairil Effendy dan Ir. Sukaliman, MT, serta sejumlah tokoh masyarakat Kapuas Hulu seperti H. Baiduri, Ir. HM. Sukri, Didi Darmadi, Baharuddin, M.Sos.I., M.Si, Indra Jaya Aswad, ST, dan para akademisi Dr. Dahniar Th. Musa, M.Hum., serta Ir. Yoke Lestyowati, MT.
Dalam pemaparannya, Prof. Henny Herawati menjelaskan bahwa rencana pendirian politeknik tersebut merupakan hasil kajian kebutuhan masyarakat yang telah dilakukan melalui survei pada 2024 dan 2025.
Menurutnya, konsep pendidikan vokasi dipilih karena tidak hanya berorientasi pada pendidikan tinggi, tetapi juga menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan dan mampu membuka peluang kerja.
“Keputusan pemilihan politeknik dilandasi oleh harapan, selain memiliki pendidikan tinggi, kita ingin lulusan juga memiliki daya saing sebagai cipta kerja sehingga laboratorium hidup menjadi konsep utama dan ciri khas politeknik kita,” ujarnya.
Berdasarkan hasil survei, lebih dari 60 persen masyarakat menginginkan sektor pertanian menjadi prioritas dalam pengembangan program pendidikan. Namun, hal tersebut menjadi tantangan karena sektor ekonomi yang berkembang saat ini di wilayah tersebut lebih banyak didominasi oleh perkebunan.
“Hasil survei tersebut menjadi pijakan penting dalam merancang program studi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung potensi unggulan Kabupaten Kapuas Hulu,” katanya.
Forum tersebut berlangsung dengan berbagai masukan dari peserta. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menghadirkan perguruan tinggi di Kapuas Hulu agar generasi muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah.
Keberadaan institusi pendidikan tinggi dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
Prof. Dr. H. Chairil Effendy menilai keberadaan perguruan tinggi di daerah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Menurutnya, apabila generasi muda terus meninggalkan daerah untuk menempuh pendidikan dan tidak kembali, maka potensi serta identitas daerah dapat semakin tergerus.
Sementara itu, H. M. Sukri mengusulkan agar cakupan calon mahasiswa tidak hanya berasal dari Kecamatan Silat Hilir, tetapi juga menjangkau wilayah lain, termasuk kawasan perbatasan seperti Kecamatan Badau.
Dengan demikian, akses pendidikan tinggi vokasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kapuas Hulu.
H. Baiduri juga menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada pembangunan sektor pendidikan. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Kapuas Hulu harus menjadi modal untuk membangun politeknik yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Ia menilai pendidikan vokasi dapat menjadi solusi bagi lulusan SMK di Kapuas Hulu yang telah memiliki keterampilan, namun masih menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan.
“Melalui pendidikan vokasi, lulusan dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi usaha rintisan atau startup di daerahnya,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendorong penyusunan tahapan pendirian politeknik secara terarah, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, serta mitra strategis lainnya.
Berdasarkan hasil kajian dan aspirasi masyarakat, Yayasan Dharma Aswad Salam saat ini tengah mengkaji sejumlah program studi prioritas, yakni Pertanian/Perkebunan, Perikanan, Pengolahan Sumber Daya, Teknik Lingkungan, serta Manajemen Pemasaran.
Program studi tersebut dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan erat dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu.
Hingga saat ini, yayasan telah menyelesaikan sejumlah tahapan awal, mulai dari survei kebutuhan masyarakat hingga pelaksanaan forum need assessment. Tahapan berikutnya meliputi penyusunan roadmap pengembangan, penguatan kemitraan lintas sektor, serta pemenuhan persyaratan kelembagaan sesuai aturan yang berlaku.
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Aswad Salam, Liadi Bestari, berharap seluruh masukan yang dihimpun dalam forum tersebut dapat menjadi dasar dalam mewujudkan politeknik vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu.
“Kami berharap pendirian Politeknik Vokasi ini dapat menjadi hasil kolaborasi berbagai pihak, sehingga mampu menghadirkan akses pendidikan tinggi yang relevan dengan potensi daerah sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang siap membangun Kapuas Hulu,” ujarnya.
Melalui sinergi antara yayasan, akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Yayasan Dharma Aswad Salam optimistis rencana pendirian Politeknik di Kecamatan Silat Hilir dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi vokasi serta mendorong pembangunan Kapuas Hulu yang berkelanjutan. [SK]
