Sanggau (Suara Pontianak) – Satu unit rumah warga di Dusun Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, hangus terbakar pada Senin (3/8/2026). Berkat respons cepat aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas ke rumah warga lainnya..jpeg)
Satu Rumah Warga di Kembayan Hangus Terbakar. SUARAPONTIANAK/SK
Kebakaran tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 12.40 WIB dan menimpa rumah milik Yakobus Meli (45). Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemilik rumah bersama istrinya sedang berada di ladang, sementara salah satu anggota keluarga diketahui sedang mandi di sungai.
Berdasarkan pendataan di lokasi kejadian, rumah milik Yakobus Meli mengalami kerusakan total hingga 100 persen akibat dilalap api. Selain itu, dua rumah warga di sekitar lokasi turut terdampak, yakni rumah milik Ignasius Andeng (44) yang mengalami kerusakan pada bagian lisplang atap, serta rumah Anastasia Siana (65) yang mengalami kerusakan pada lisplang atap dan sebagian dinding semen akibat panas dari kobaran api.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang baru pulang dari ladang sekitar pukul 12.30 WIB. Saat melintas di depan rumah korban, saksi melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian belakang rumah yang diduga berasal dari area dapur.
Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berupaya meminta bantuan dengan memukul tiang listrik sebagai tanda bahaya agar warga sekitar segera berkumpul. Saksi juga berusaha memanggil penghuni rumah, namun tidak mendapat respons karena bangunan dalam keadaan kosong.
Setelah itu, saksi segera melaporkan kejadian kepada Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Badan Pemadam Api Kecamatan Kembayan. Sambil menunggu petugas tiba, warga secara gotong royong berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak meluas ke bangunan lain.
Sekitar pukul 13.10 WIB, tim Badan Pemadam Api Kecamatan Kembayan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Petugas kemudian melakukan upaya penyekatan agar api tidak menjalar ke rumah sekitar.
Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.20 WIB. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.
Meski tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, api diduga berasal dari bagian dapur rumah korban. Sebelum kejadian, Maria Tinoh diketahui memasak umpan ternak babi menggunakan kayu bakar dan tungku tradisional. Dugaan sementara, bara api dari tungku belum sepenuhnya padam saat ditinggalkan sehingga memicu kebakaran.
Kapolsek Kembayan Iptu Hudson Siahaan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Dugaan awal mengarah pada faktor kelalaian saat menggunakan api di area dapur. Namun penyebab pastinya masih kami dalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” ujarnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar selalu memastikan seluruh sumber api, baik tungku, kompor, maupun peralatan pembakaran lainnya benar-benar dalam kondisi padam sebelum meninggalkan rumah.
“Langkah sederhana tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik terhadap harta benda maupun keselamatan jiwa,” katanya.
Ia menambahkan, sejak awal kejadian personel Polsek Kembayan telah melakukan pengamanan lokasi, membantu proses pemadaman, melakukan pendataan terhadap korban dan saksi, serta mengumpulkan informasi untuk kepentingan penyelidikan.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada rumah yang masih menggunakan material kayu dan tungku berbahan bakar kayu.
“Dengan memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar tetap terjaga,” tutup Iptu Hudson Siahaan. [SK]