Meski belum berhasil meraih juara umum berdasarkan akumulasi poin, Kota Pontianak menjadi daerah dengan perolehan medali emas terbanyak, yakni 12 emas. Capaian tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan MTQ sebelumnya yang menghasilkan 11 medali emas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi perjuangan seluruh kafilah, pelatih, pendamping, dan ofisial yang telah membawa nama Kota Pontianak dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
“Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas,” ujar Edi saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Menurut Edi, perolehan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas kafilah Pontianak. Kendati demikian, capaian tersebut tetap perlu dievaluasi karena penentuan juara umum MTQ didasarkan pada akumulasi poin dari seluruh peringkat yang diraih peserta.
Edi meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. Peserta yang telah meraih juara juga diminta tidak berhenti berlatih setelah kompetisi berakhir.
“Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing,” katanya.
Menurutnya, pembinaan juga harus diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit baru. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, prestasi Pontianak diharapkan tidak hanya mampu dipertahankan, tetapi terus meningkat pada setiap pelaksanaan MTQ.
Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus meningkatkan kualitas dan prestasi kafilah.
“Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah mengatakan kafilah Pontianak berhasil mencatat 34 prestasi dari berbagai cabang lomba pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Dari capaian tersebut, Pontianak mengoleksi 12 medali emas, disertai medali perak, perunggu, serta sejumlah gelar juara harapan.
“Secara medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan,” jelas Amirullah.
Meski berhasil menjadi daerah dengan perolehan emas terbanyak, Amirullah menilai evaluasi tetap diperlukan, khususnya untuk meningkatkan jumlah peserta yang mampu melaju hingga babak final. Hal tersebut penting untuk memperkuat perolehan poin secara keseluruhan sehingga peluang Pontianak meraih juara umum semakin besar.
Ia berharap hasil MTQ XXXIV Kalbar 2026 dapat menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pembinaan menghadapi MTQ tingkat provinsi 2027 maupun ajang MTQ tingkat nasional.
“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. [SK]
