Pemprov Kalbar Dorong Perluasan Lapangan Kerja Lewat Program Pemagangan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Editor: Admin author photo

Pelepasan Tenaga Kerja dan Pemagang Gelombang I dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Selasa (4/8/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya perluasan kesempatan kerja melalui sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kerja sama antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam program pelepasan tenaga kerja dan peserta pemagangan gelombang pertama.

Kegiatan Pelepasan Tenaga Kerja dan Pemagang Gelombang I tersebut secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Harisson didampingi Chief Regional Officer PT Agrinas Palma Nusantara Budi Susilo serta jajaran pengurus DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat.

Harisson mengatakan, program pemagangan merupakan langkah strategis untuk membuka akses kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Barat agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kami mengapresiasi DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat dan PT Agrinas Palma Nusantara yang telah membangun kolaborasi nyata dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, program pemagangan menjadi jembatan penting yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai budaya kerja di lingkungan industri.

“Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung di dunia kerja. Mereka tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman nyata yang menjadi bekal membangun karier di masa depan,” kata Harisson.

Ia mengungkapkan, tantangan ketenagakerjaan di Kalimantan Barat masih membutuhkan perhatian bersama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 masih terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan.

Kondisi tersebut, kata Harisson, menjadi dorongan agar penciptaan lapangan kerja terus ditingkatkan melalui kerja sama lintas sektor.

“Semakin banyak kerja sama seperti ini, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak,” ungkapnya.

Selain angka pengangguran, Harisson juga menyoroti masih tingginya jumlah tenaga kerja yang berada di sektor informal dibandingkan sektor formal. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki daya saing lebih baik.

Ia menegaskan, dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan individu yang memiliki kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, cepat beradaptasi, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Kepada para peserta pemagangan, Harisson berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan dan membangun karakter profesional.

“Hari ini adalah awal perjalanan kalian memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Bekerja bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan peserta agar selalu menjaga integritas dengan mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta semangat untuk terus belajar.

Menurut Harisson, program pemagangan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kesenjangan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui pengalaman kerja langsung, peserta dapat memahami standar operasional perusahaan, komunikasi profesional, hingga etika dalam dunia kerja.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperluas kemitraan antara lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan dunia usaha agar semakin banyak generasi muda Kalbar memiliki keterampilan serta peluang mendapatkan pekerjaan produktif.

“Kami ingin semakin banyak generasi muda Kalbar yang memiliki daya saing dan mampu menjadi tenaga kerja profesional. Karena itu, kemitraan seperti ini harus terus diperluas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Harisson berharap kerja sama antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalbar dan PT Agrinas Palma Nusantara tidak berhenti pada program gelombang pertama, tetapi terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan kerja dan peningkatan kompetensi.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjaga nama baik diri, keluarga, lembaga, serta daerah selama menjalani program pemagangan.

“Jadilah tenaga kerja yang profesional, jujur, disiplin, dan tunjukkan bahwa SDM Kalbar memiliki kualitas yang mampu bersaing di dunia kerja. Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Harisson. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play