Pontianak (Suara Pontianak) – Dua pelajar kembar asal Kota Pontianak, Carissa Nafish Dzakiyah dan Calista Nafish Dzakiyah, mendapat kesempatan istimewa tampil di Istana Negara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dua pelajar kembar SMPN 22 Pontianak, Carissa dan Calista, terpilih menjadi tim kesenian Kalbar untuk tampil di Istana Negara dalam rangka HUT ke-81 RI. SUARAPONTIANAK/SK
Keduanya merupakan siswi SMPN 22 Kota Pontianak yang terpilih menjadi bagian dari tim kesenian Kalimantan Barat. Carissa dan Calista akan membawakan Tarian Kolosal dalam rangkaian Gelar Seni Budaya Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keduanya dan keluarga. Di usia yang masih duduk di bangku SMP, Carissa dan Calista dipercaya membawa nama sekolah, sanggar, sekaligus Kalimantan Barat ke panggung nasional.
Bakat seni tari keduanya ternyata telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Sang ayah, Aipda Saifudin Suhri, anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar, mengatakan kedua putrinya mulai aktif menari sejak kelas 3 SD.
“Sejak kelas 3 SD sudah aktif menari. Kami sempat mengambil pelatih untuk private mereka bersama teman-teman satu kelompok. Dari kelas 5 SD mereka sudah bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai,” ujar Saifudin.
Sejak bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai, kemampuan tari Carissa dan Calista terus diasah melalui latihan rutin dan berbagai perlombaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan keduanya hingga akhirnya mampu melewati proses seleksi dan masuk dalam tim kesenian Kalbar.
Bagi Carissa dan Calista, kesempatan tampil di Istana Negara bukanlah pengalaman biasa. Keduanya harus membagi waktu antara kewajiban sebagai pelajar dengan rangkaian persiapan penampilan bersama tim kesenian Kalbar.
Latihan, pemantapan materi, hingga gladi menjadi bagian dari persiapan yang harus mereka jalani sebelum tampil di panggung kenegaraan.
Saifudin berharap kedua putrinya dapat menjalani seluruh proses dengan disiplin dan memberikan penampilan terbaik saat menjalankan tugas membawa nama Kalimantan Barat.
“Harapan kami tentunya anak-anak bisa menjalankan tugas dengan baik, disiplin mengikuti seluruh proses latihan dan tampil maksimal. Yang paling penting mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, sanggar, dan Kalbar,” katanya.
Dukungan juga datang dari SMPN 22 Kota Pontianak. Menurut Saifudin, pihak sekolah memberikan pengertian sehingga Carissa dan Calista tetap dapat menjalankan pendidikan sekaligus mengembangkan bakat seni yang dimiliki.
“Kami juga berterima kasih kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang sudah memberikan dukungan dan pengertian kepada anak-anak kami. Tentunya pendidikan tetap menjadi yang utama, tetapi kami bersyukur sekolah juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat,” ujarnya.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini menjadi tempat Carissa dan Calista belajar, berlatih, serta mengembangkan kemampuan tari.
“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk mengembangkan bakatnya. Banyak pengalaman dan prestasi yang mereka dapatkan selama bergabung di sanggar,” ungkap Saifudin.
Kesempatan tampil dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menjadi pengalaman berharga yang diyakini akan membekas bagi kedua pelajar kembar tersebut.
Keluarga juga mengapresiasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada Carissa, Calista, dan pelajar Kalimantan Barat lainnya untuk tampil membawa kesenian daerah di panggung nasional.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Kalimantan Barat untuk tampil di Istana Negara. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,” kata Saifudin.
Terpilihnya Carissa dan Calista menjadi bagian dari tim kesenian Kalbar diharapkan semakin menumbuhkan kepercayaan diri keduanya untuk terus mengembangkan bakat sekaligus mencintai seni dan budaya daerah.
Bagi dua siswi SMPN 22 Pontianak tersebut, panggung Istana Negara bukan sekadar tempat untuk menampilkan kemampuan menari. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk membawa nama Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.
Dari panggung kecil tempat mereka pertama kali belajar menari hingga Istana Negara, perjalanan Carissa dan Calista menjadi bukti bahwa bakat yang diasah dengan ketekunan, dukungan keluarga, sekolah, dan sanggar dapat membuka jalan menuju panggung yang lebih besar. [SK]