Kalbar Tawarkan 46 Komoditas Unggulan Dalam Misi Dagang Bersama Jawa Timur

Editor: Admin author photo

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di salah satu Hotel di Pontianak, Selasa (11/8/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat konektivitas perdagangan sekaligus membuka peluang investasi dengan berbagai daerah. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Kerja sama kedua provinsi ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di salah satu hotel di Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Ria Norsan menegaskan, hubungan kerja sama antara Kalimantan Barat dan Jawa Timur harus dibangun secara seimbang dan saling menguntungkan. Kedua provinsi, kata dia, memiliki potensi yang dapat saling melengkapi, baik dalam perdagangan, investasi maupun pengembangan industri.

“Kerja sama ini bukan hubungan satu arah. Kalimantan Barat juga siap menjadi pemasok bagi Jawa Timur. Komoditas, bahan baku, maupun produk hilir Kalimantan Barat dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri dan perdagangan Jawa Timur,” ujar Norsan.

Norsan juga menyampaikan apresiasi atas kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama rombongan ke Kalimantan Barat. Menurutnya, misi dagang tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperluas kerja sama ekonomi kedua provinsi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, beserta seluruh rombongan di Kalimantan Barat,” katanya.

Ia menegaskan, misi dagang tidak boleh berhenti pada kegiatan promosi semata. Forum tersebut harus mampu mempertemukan potensi dengan kebutuhan, produk dengan pasar, pelaku usaha dengan mitra, serta peluang usaha dengan investasi.

“Kita ingin membangun hubungan yang saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling menguntungkan,” tegas Norsan.

Kalbar Punya Posisi Strategis

Norsan menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki posisi geografis yang strategis dengan luas wilayah sekitar 147.307 kilometer persegi dan terdiri atas 14 kabupaten/kota.

Provinsi ini berbatasan langsung dengan Malaysia serta memiliki akses ke Laut Natuna dan Selat Karimata. Posisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Kalbar untuk berkembang sebagai salah satu pintu perdagangan dan konektivitas ekonomi di kawasan Kalimantan maupun dengan negara-negara tetangga.

Dari sisi ekonomi, kinerja Kalimantan Barat juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, perekonomian Kalbar tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 12,71 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,11 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,60 persen.

Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur ekonomi Kalbar tumbuh sebesar 5,89 persen.

“Kalbar memiliki bahan baku, produk, pelaku usaha, dan ekonomi yang terus tumbuh. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan pasar, investasi, teknologi, dan mitra usaha yang tepat,” jelas Norsan.

46 Komoditas Jadi Potensi Investasi

Menurut Norsan, Kalimantan Barat memiliki sekitar 46 potensi produk dan komoditas unggulan yang berasal dari sektor perkebunan, kelautan dan perikanan, hortikultura, kehutanan hingga peternakan.

Sejumlah komoditas hortikultura memiliki produksi yang cukup besar. Di antaranya pisang sekitar 129.805 kuintal, nanas 110.765 kuintal, jeruk 109.540 kuintal, serta durian sekitar 40.533 kuintal per tahun.

Sebagian komoditas tersebut bahkan telah memiliki pasar di luar daerah dan peluang ekspor, termasuk ke Malaysia.

Potensi besar juga terdapat pada sektor kelautan dan perikanan. Produksi udang Kalimantan Barat mencapai sekitar 27.422 ton per tahun, kembung 15.261 ton, tenggiri 12.491 ton, dan tongkol 12.448 ton.

Besarnya produksi tersebut dinilai menjadi basis bahan baku yang kuat untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah melalui investasi dan hilirisasi.

Komoditas kelapa juga memiliki prospek besar dengan produksi sekitar 630 ribu ton per tahun. Komoditas ini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti coco fiber, coco peat hingga briket arang kelapa.

Sementara sektor kehutanan memiliki potensi produksi kayu hutan tanaman industri sekitar 960 ribu ton per tahun.

Norsan juga menyebut komoditas kratom sebagai salah satu potensi Kalimantan Barat yang terus diarahkan pada tata niaga dan hilirisasi berkelanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jawa Timur Jadi Mitra Strategis

Norsan menilai Jawa Timur merupakan salah satu mitra strategis Kalimantan Barat dalam mengembangkan perdagangan, investasi, industri, dan hilirisasi.

Jawa Timur memiliki kekuatan ekonomi yang ditopang sektor manufaktur, distribusi, logistik, pelabuhan, serta ekosistem perdagangan yang berkembang. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Kalimantan Barat.

“Dan saya melihat, Jawa Timur merupakan salah satu mitra yang sangat strategis untuk itu,” ujarnya.

Menurut Norsan, berbagai kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan pelaku usaha Jawa Timur. Komoditas tersebut antara lain beras, gula, bawang, cabai, daging dan produk peternakan, susu, pupuk serta sarana produksi pertanian.

Selain itu, kebutuhan bahan bangunan, mesin dan peralatan industri hingga berbagai produk manufaktur juga berpeluang dipenuhi melalui perdagangan antardaerah.

Sebaliknya, Kalimantan Barat memiliki beragam komoditas dan bahan baku yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri Jawa Timur. Pola kerja sama dua arah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perdagangan sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha kedua daerah.

Misi Dagang Jawa Timur–Kalimantan Barat Tahun 2026 diarahkan untuk mempertemukan penjual dan pembeli, memperluas akses pasar terutama bagi UMKM, mendorong investasi dan kerja sama industri, serta memperkuat rantai pasok antardaerah.

Kerja sama perdagangan juga diharapkan membantu menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Norsan mengajak seluruh pelaku usaha Kalimantan Barat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka kemitraan baru.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha Kalimantan Barat untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Bangun komunikasi, tawarkan produk, temukan mitra, dan buka peluang kerja sama baru,” katanya.

Ia juga menegaskan Kalimantan Barat terbuka bagi pelaku usaha Jawa Timur yang ingin membangun kerja sama maupun menanamkan investasi.

“Begitu pula kepada para pelaku usaha Jawa Timur, Kalimantan Barat terbuka untuk kerja sama, investasi, dan kemitraan yang saling menguntungkan,” pungkas Norsan. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play