Kabut Asap Karhutla Menyelimuti Pontianak, Lima Pasien ISPA Dirawat Intensif

Editor: Admin author photo

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol. drg. Josep Ginting. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pontianak. Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Polda Kalimantan Barat, kini merawat secara intensif lima pasien yang didiagnosis mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol. drg. Josep Ginting, mengatakan kelima pasien tersebut saat ini mendapatkan penanganan dan perawatan medis secara intensif di rumah sakit.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Pontianak, Senin (10/8/2026). Menurut Josep, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah gangguan ISPA yang dialami kelima pasien tersebut secara langsung disebabkan paparan asap karhutla atau dipengaruhi penyakit bawaan yang sudah dimiliki pasien.

“Kita tidak mengetahui penyebab warga tersebut menderita ISPA karena karhutla atau penyakit bawaan. Namun, para pasien ini masuk saat Pontianak dilanda kabut asap karhutla,” ujarnya.

Josep menegaskan RS Bhayangkara Anton Soedjarwo tetap memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat yang datang dengan keluhan kesehatan, termasuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

“Saat warga itu masuk, tentu kita terima dan berikan perawatan sama seperti pasien-pasien lain,” katanya.

Menurut Josep, paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan pernapasan.

“Kita di rumah sakit ada dokter spesialis paru. Karena di kota kita ini sedang dilanda kabut asap, maka saya sudah minta dokter spesialis paru untuk siaga, dengan tujuan memberikan perawatan medis secara intensif kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan,” ungkapnya.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat aktivitas karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Josep mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya ketika kabut asap sedang pekat.

Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan langsung partikel asap yang masuk ke saluran pernapasan.

“Gunakan masker agar asap karhutla tidak terhirup langsung. Selain itu, makan makanan bergizi, terutama buah-buahan. Yang terbaik untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah dehidrasi adalah buah yang kaya kandungan air serta tinggi vitamin C,” pungkasnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul selama kabut asap berlangsung. Keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, hingga kesulitan bernapas perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan medis.

Dengan meningkatnya aktivitas karhutla dan potensi memburuknya kualitas udara, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam melindungi masyarakat. RS Bhayangkara Anton Soedjarwo memastikan pelayanan medis tetap disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan pasien dengan gangguan pernapasan selama periode kabut asap. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play