Gubernur Kalbar Dukung Transformasi IAIN Pontianak Menjadi UIN

Editor: Admin author photo

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menerima silaturahmi perdana Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., di Masjid An-Na’im, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (10/8/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak.

Dukungan tersebut disampaikan Ria Norsan saat menerima silaturahmi perdana Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., di Masjid An-Na’im, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (10/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan IAIN Pontianak. Silaturahmi itu juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama RI saat pelantikan Prof. Wajidi sebagai Rektor IAIN Pontianak pada Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Wajidi menyampaikan sejumlah agenda strategis terkait pengembangan kampus, salah satunya rencana alih status IAIN Pontianak menjadi UIN.

Menurut Prof. Wajidi, proses menuju perubahan status tersebut kini tinggal memenuhi satu persyaratan penting, yakni ketersediaan lahan dengan luas minimal 10 hektare.

“Alhamdulillah, ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi kami. IAIN Pontianak saat ini tinggal menyisakan satu persyaratan untuk alih status menjadi UIN, yakni ketersediaan lahan minimal 10 hektare,” ujar Prof. Wajidi.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat membantu memenuhi kebutuhan lahan tersebut sehingga proses transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN dapat segera direalisasikan.

“Ini adalah cita-cita besar kami, dan kami sangat berharap Bapak Gubernur beserta jajaran Pemprov Kalbar berkenan membantu mewujudkannya,” katanya.

Merespons aspirasi tersebut, Gubernur Ria Norsan menegaskan dukungannya terhadap rencana peningkatan status IAIN Pontianak menjadi UIN.

“Saya sangat mendukung sekali IAIN Pontianak untuk berubah menjadi UIN Pontianak. Mudah-mudahan bisa terwujud,” kata Ria Norsan.

Ria Norsan berharap proses transformasi tersebut dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.

“InsyaAllah, kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung sekali, dan mudah-mudahan ini bisa diwujudkan dalam waktu yang dekat,” ujarnya.

Menurut Ria Norsan, pengembangan perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Karena itu, peningkatan status IAIN Pontianak menjadi UIN dinilai dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam tersebut terhadap pembangunan daerah.

Transformasi menjadi UIN juga diharapkan membuka ruang akademik yang lebih luas, baik melalui pengembangan program studi maupun penguatan integrasi antara ilmu keagamaan dan ilmu umum.

Dengan status baru tersebut, IAIN Pontianak diharapkan semakin mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan tantangan zaman.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak Dr. H. Junaidin, M.A.; Kabag ULA M. Syahrun, M.M.; serta Ketua Tim Humas Bambang Eko Priyanto, S.Kom.I., M.Pd.

Pertemuan perdana antara Rektor IAIN Pontianak dan Gubernur Kalimantan Barat itu menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi kedua institusi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi Islam dalam pembangunan Kalimantan Barat. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play