Debut di Ganda Putri, Lanny/Ester Tersingkir dari Polytron Pontianak International Challenge

Editor: Admin author photo

Lanny/Ester mendapat pengalaman berharga setelah kalah dari wakil Korea, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, pada babak 32 besar (WD-R32), Rabu (26/8/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Pasangan ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo harus mengakhiri langkahnya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026.

Tampil untuk pertama kalinya sebagai pasangan, Lanny/Ester mendapat pengalaman berharga setelah kalah dari wakil Korea, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, pada babak 32 besar (WD-R32), Rabu (26/8/2026).

Pertandingan yang berlangsung di Pontianak tersebut berjalan ketat hingga tiga gim. Lanny/Ester akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Korea dengan skor 13-21, 21-15, 13-21.

Bagi Ester, pertandingan tersebut menjadi debutnya di sektor ganda putri. Ia mengakui laga pertamanya bersama Lanny menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih lawan yang dihadapi merupakan pasangan Korea dengan kualitas permainan yang bagus.

“Ini pertandingan pertama saya sebagai pemain ganda dan banyak tantangannya. Hasil tadi saya ambil sebagai motivasi dan pelajaran ke turnamen berikutnya,” kata Ester, Rabu (26/8/2026).

Ester menyadari menghadapi pasangan Korea bukan perkara mudah. Karena itu, ia menilai masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama persiapan dan pematangan pola permainan bersama Lanny.

“Lawan Korea pasti tidak gampang, mereka juga pasangan yang bagus. Saya harus lebih persiapan lagi, matangkan pola permainan untuk ke minggu depan,” ujarnya.

Sementara itu, Lanny mengakui penampilan mereka pada gim pertama belum maksimal. Sebagai pasangan baru, keduanya masih berusaha menemukan pola permainan yang tepat sehingga beberapa kali terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Situasi tersebut membuat Lanny/Ester kehilangan kendali permainan dan harus menyerahkan gim pertama dengan skor 13-21.

Memasuki gim kedua, permainan mereka mulai berkembang. Lanny/Ester mampu menemukan ritme, bermain lebih sabar, serta menjaga konsistensi dalam menerapkan pola yang telah disiapkan.

Perubahan tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-15 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

“Di awal tadi kami masih meraba-raba polanya permainan dan masih banyak terburu-buru. Di gim kedua kami sudah dapat polanya dan bisa sabar serta konsisten menerapkan tapi sayang di gim ketiga kami tidak bisa mempertahankan ritmenya,” ujar Lanny.

Sayangnya, performa positif tersebut tidak mampu dipertahankan pada gim ketiga. Pasangan Korea kembali meningkatkan tekanan dan membuat Lanny/Ester kesulitan mengembangkan permainan.

Gim penentuan akhirnya menjadi milik Kim Yu Jung/Lee Yu Lim dengan skor 21-13 sekaligus memastikan Lanny/Ester tersingkir dari turnamen.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Lanny tetap melihat sejumlah sisi positif dari debut mereka. Chemistry yang mulai terbentuk serta pola permainan yang ingin diterapkan dinilai sudah mulai terlihat, terutama setelah menjalani persiapan bersama sebelum turnamen.

“Melihat hasil tadi sebenarnya kami merasa sudah lumayan ok dari chemistry maupun apa yang mau ditampilkan, di latihan juga sudah cukup baik. Tapi karena ini masih awal jadi tetap masih harus ditingkatkan,” kata Lanny.

Dalam pertandingan tersebut, Lanny juga melihat pasangan Korea cukup sering mengarahkan bola kepada Ester. Situasi itu menjadi pengalaman penting bagi Ester yang baru pertama kali bertanding sebagai pemain ganda putri.

“Tadi pasangan Korea memang sengaja terus mengincar Ester, saya coba mengingatkan untuk fokus dulu saja dengan diri sendiri. Ini pengalaman yang berharga buat dia,” tutur Lanny.

Meski perjalanan mereka di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 terhenti pada babak 32 besar, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Lanny/Ester.

Keduanya akan berusaha memperbaiki kesabaran, daya tahan, konsistensi, komunikasi, serta pemahaman pola permainan sebelum menghadapi turnamen berikutnya.

Bagi Ester, laga tersebut menjadi awal dari proses adaptasi di sektor ganda putri. Sementara bagi Lanny, pengalaman mendampingi pasangan baru menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan chemistry yang lebih kuat.

Kekalahan di Pontianak pun diharapkan menjadi bekal bagi keduanya untuk tampil lebih matang dan siap menghadapi tantangan pada turnamen-turnamen selanjutnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play