Buka Orientasi PPPK 2026, Gubernur Kalbar Tekankan Integritas, Disiplin, dan Loyalitas ASN

Editor: Admin author photo

Gubernur Kalbar Ria Norsan, secara resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (2/6/2026). SUARANUSANTRA/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi tahapan penting bagi para PPPK yang telah dinyatakan lulus seleksi dan resmi bergabung sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar kegiatan pengenalan tugas dan fungsi jabatan, tetapi juga sarana membangun karakter, memperkuat komitmen organisasi, serta menanamkan budaya kerja ASN yang profesional dan berintegritas.

“Orientasi bukan hanya untuk memperkenalkan tugas teknis, tetapi juga menyamakan visi, memperkuat budaya kerja ASN, dan memastikan seluruh pegawai bekerja sesuai nilai-nilai BerAKHLAK,” tegas Norsan.

Ia menjelaskan, orientasi dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap etika birokrasi, tata kelola pemerintahan, budaya kerja organisasi, serta internalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK yang menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Menurut Norsan, sebagian besar peserta PPPK yang mengikuti orientasi telah memiliki pengalaman panjang sebagai tenaga pendidik, tenaga kesehatan, maupun tenaga teknis di berbagai instansi pemerintah. Namun demikian, seluruh PPPK tetap wajib mengikuti orientasi guna menyamakan persepsi dan memperkuat identitas sebagai ASN.

Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meluluskan sebanyak 1.419 PPPK yang terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang kini menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan peserta agar memahami tugas dan fungsi jabatan secara menyeluruh. ASN, menurutnya, tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi harus memahami proses kerja, tujuan organisasi, serta dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap aspek pekerjaan. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, pengambilan keputusan, hingga kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

“ASN harus menjadi teladan dalam bekerja. Integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujarnya.

Norsan juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga integritas dan disiplin sebagai pondasi utama dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Ia mengingatkan para ASN agar bijak mengelola keuangan pribadi serta menghindari berbagai praktik yang dapat merusak masa depan, seperti judi online maupun pinjaman online ilegal.

“Jangan sampai penghasilan yang diperoleh dengan susah payah justru habis karena terjerat praktik-praktik yang merugikan diri sendiri dan keluarga,” pesannya.

Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika kebijakan yang terus berubah, ASN juga dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, kemampuan untuk terus berkembang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai motivasi bagi peserta, Norsan turut membagikan perjalanan kariernya di birokrasi. Ia mengawali karier sebagai ASN golongan II/b dengan latar belakang pendidikan STM sebelum kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis hingga menjadi Bupati Mempawah selama dua periode, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dan kini menjabat sebagai Gubernur Kalbar.

Pengalaman tersebut, kata dia, membuktikan bahwa kesuksesan dalam karier dapat diraih melalui kerja keras, dedikasi, serta konsistensi dalam menjalankan tugas.

“Loyalitas adalah faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan kita dalam bekerja. Kita harus loyal kepada atasan dan organisasi. Selain itu, tegakkan disiplin terhadap waktu kerja, serta jaga integritas diri. Jika ketiga hal ini dipegang dengan baik, saudara sekalian akan menjadi pegawai yang diperhitungkan,” tegasnya.

Menutup arahannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada BPSDM Provinsi Kalimantan Barat yang telah menyelenggarakan orientasi secara sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan orientasi sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui orientasi ini, para PPPK diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan birokrasi, memperkuat karakter sebagai ASN yang profesional dan berintegritas, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Barat.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play