Kubu Raya (Suara Pontianak) – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan di Kalimantan Barat.
Wakil kepala BGN Bidang Operasi pemenuhan gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya saat menyambangi sejumlah UMKM di Kubu Raya yang turut mendukung SPPG.SUARAPONTIANAK/SK
Wakil Kepala BGN Bidang Operasi Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. Sony Sonjaya, mengatakan Kalimantan Barat memiliki pola pelaksanaan program yang dinilai unik dibanding daerah lain. Hal itu terlihat dari kepala satuan tugas Program MBG di setiap daerah yang langsung dipimpin kepala daerah, mulai dari gubernur, wali kota hingga bupati.
Menurutnya, keterlibatan langsung kepala daerah menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
“Konsolidasi ini untuk menyamakan tujuan bagaimana program MBG dijalankan oleh seluruh stakeholder yang terlibat. Hingga saat ini di Kalbar sudah ada 508 SPPG yang terverifikasi, ini merupakan langkah yang baik,” ujar Sony Sonjaya, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan 508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalbar tidak hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Selain menyerap tenaga kerja dari masyarakat kategori kemiskinan ekstrem, program tersebut juga telah menjangkau sekitar 995 ribu penerima manfaat yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Selain itu SPPG juga mengandalkan 2.000 supplier untuk memenuhi kebutuhan menu setiap hari kepada penerima manfaat yang telah terdata,” tuturnya.
Sony menilai Program MBG menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pemasok lokal.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
“Kami melihat ekonomi bergerak, banyak UMKM yang mendukung SPPG sehingga tidak hanya mengandalkan pasar tradisional namun juga memenuhi program pemerintah,” kata Ria Norsan.
Pemerintah berharap sinergi antara BGN, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar cakupan Program MBG semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Kalimantan Barat.[SK]