![]() |
| Kreatifitas siswa SD Swasta Amal Kurban Menghasilkan berbagai bahan olahan jenis sisa sampah. Bahkan dikemas lebih menarik sehingga menjadi hiasan di lingkungan sekolah.[suarakalbar/Nadi] |
Kreatifitas siswa tersebut Menghasilkan berbagai bahan olahan jenis sisa sampah. Bahkan dikemas lebih menarik sehingga menjadi hiasan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Amkur Bengkayang, Suster Jeanne Marie,KFS menyatakan, sampah bisa menimbulkan beragam polusi, dan jika itu dibiarkan bisa mengurangi mutu lingkungan dan berdampak pada kesehatan.
![]() |
| Kreatifitas siswa SD Swasta Amal Kurban Menghasilkan berbagai bahan olahan jenis sisa sampah. Bahkan dikemas lebih menarik sehingga menjadi hiasan di lingkungan sekolah.[suarakalbar/Nadi] |
"Kita sekolah mendorong pembelajaran kepada siswa untuk adu kreatif, dengan memanfaatkan barang bekas alias sampah untuk di sulap menjadi barang yang indah dan bernilai, serta berdaya guna bagi seni," ujarnya, Senin (2/12).
![]() |
| Kreatifitas siswa SD Swasta Amal Kurban Menghasilkan berbagai bahan olahan jenis sisa sampah. Bahkan dikemas lebih menarik sehingga menjadi hiasan di lingkungan sekolah.[suarakalbar/Nadi] |
"Tentu, menjadi media bakar dan asah kemampuan anak untuk rajin berpikir dan menuangkan idenya,"tutur Jeanne.
Lanjut Jeanne Barang bekas yang dibuat menjadi hasil kerajinan tangan siswa mulai dari koran bekas, karung bekas, bekasnbungkusan snack, bungkus plastik, kantong kresek bekas, botol minuman , tutup bot dan kayu bekas. Sejumlah sisa sampah ini kemudian diolah menjadi miniatur bernilai seperti pembuatan Kupu-kupu, rumah minimalis, tempat bunga, kursi, pohon natal, tempat tabungan, kapal, hingga tempat tissue.
Suster Jeanne Marie menyatakan, upaya yang dilakukan sekolah tidak hanya untuk mengurangi polusi akibat permasalahan sampah seperti yang terjadi di kabupaten Bengkayang saat ini, akan tetapi justru dengan sampah dapat meningkatkan daya kreatif siswa.
"Pada tahun 2017 dari hasil kreativitas siswa, SDS Amkur mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten dan Provinsi karena menjadi sekolah yang dianggap peduli dan berbudaya lingkungan, semoga sekolah kita juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan kreativitas siswanya," tutupnya.
Penulis : Nadi
Editor: Redaksi


