Kubu Raya (Suara Pontianak) – Upaya penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya terus diperkuat. Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya melalui Posko Segar kini tidak hanya memberikan dukungan kebutuhan bagi para relawan pemadam, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat terdampak.Jajaran Yarsi Pontianak dan Karang Taruna Kubu Raya foto bersama di depan Posko Segar. SUARAPONTIANAK/SK
Penguatan layanan kesehatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan YARSI Pontianak. Sejumlah tenaga kesehatan disiapkan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat maupun petugas yang berada di lapangan selama penanganan karhutla berlangsung.
Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Suhadi, mengatakan keterlibatan YARSI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla, khususnya dari sisi kesehatan.
Menurutnya, aspek kesehatan perlu mendapat perhatian serius karena para petugas pemadam harus bekerja di tengah kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran dan paparan asap.
“Ini kan merupakan bencana nasional, di mana model kepedulian YARSI adalah pertama kita turut serta menanggulangi dampak daripada kebakaran hutan lahan, terutama kaitannya dengan masalah kesehatan, baik itu kesehatan petugasnya maupun kesehatan dari masyarakat setempat,” kata Suhadi, Jumat (28/8/2026).
Melalui kerja sama dengan Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, tenaga kesehatan YARSI ditempatkan untuk mendukung pelayanan di Posko Segar. Keberadaan tim kesehatan tersebut diharapkan dapat memberikan akses pertolongan yang lebih cepat bagi warga maupun relawan yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan yang berkaitan dengan pernapasan akibat paparan asap, dapat mendatangi Posko Segar untuk mendapatkan pertolongan.
“Apabila masyarakat mengalami gejala-gejala, mungkin ada yang karena pernapasan dan lain-lain, bolehlah nanti datang ke sini. Kita siap untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.
Suhadi menjelaskan, YARSI Pontianak mengerahkan personel dari sejumlah institusi kesehatan yang berada di bawah naungannya. Dukungan tersebut terdiri dari dua dokter dan tiga ambulans dari rumah sakit, 21 perawat dari STIKES, serta 19 tenaga kefarmasian dari Akademi Farmasi.
“Saat ini kita ada beberapa anggota kita dari rumah sakit, ada dua dokter, tiga ambulans. Kita dari STIKES ada 21 perawat, kemudian dari Akademi Farmasi ada 19 tenaga kefarmasian,” jelasnya.
Dengan dukungan tersebut, Posko Segar diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendukung operasional relawan dalam menghadapi karhutla, tetapi juga menjadi salah satu titik layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Tim kesehatan YARSI Pontianak dijadwalkan memberikan dukungan pelayanan mulai 26 Agustus hingga 2 September 2026.
“Insya Allah kita mulai bergerak di tanggal 26 Agustus sampai dengan 2 September 2026,” pungkas Suhadi.
Kolaborasi antara YARSI Pontianak dan Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan dampak karhutla secara terpadu. Selain pemadaman dan pencegahan meluasnya kebakaran, perlindungan terhadap kesehatan petugas serta masyarakat juga menjadi perhatian selama kondisi kabut asap masih terjadi. [SK]