Pontianak (Suara Pontianak) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Pontianak turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat.Anak-anak FORSGI Kota Pontianak foto bersama sebelum turun jalan membagikan masker di salah satu ruas jalan di Pontianak, Jumat (28/8/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Aksi sosial bertajuk “FORSGI Berbagi” tersebut digelar di salah satu ruas jalan di Kota Pontianak, Jumat (28/8/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak memburuknya kualitas udara akibat karhutla.
Ketua FORSGI Kota Pontianak, Hairudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi karhutla yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Kegiatan ini murni kepedulian FORSGI di tengah bencana karhutla yang hingga sekarang belum terkendali. Bahkan ini juga membawa pesan agar ketika aktivitas di luar untuk menggunakan masker,” ujar Hairudin kepada sejumlah media.
Menurutnya, FORSGI tidak hanya berfokus pada pembinaan kemampuan olahraga sepakbola, tetapi juga menjadikan pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembinaan anak-anak.
FORSGI hadir sebagai wadah pembinaan karakter melalui olahraga sepakbola. Karena itu, aksi sosial tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bagi anak didik untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“FORSGI melakukan pembinaan karakter melalui olahraga, sehingga kepedulian yang sedang dilakukan merupakan implementasi dari karakter peduli yang semakin ditumbuhkan di kalangan anak didik yakni usia 10 dan 12 tahun,” jelasnya.
Hairudin juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara memburuk. Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Melalui pesan ini juga kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, di antaranya mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih FORSGI Kota Pontianak, Benny Sastra Wijaya, mengatakan keterlibatan anak didik dan orangtua dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kepedulian sosial.
Menurut Benny, anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan bermain sepakbola. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya membantu dan peduli terhadap sesama.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang sepakbola, disiplin, dan kerja sama di lapangan, tetapi juga belajar untuk peduli terhadap sesama. Dalam kondisi seperti sekarang, membagikan masker mungkin terlihat sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Benny.
Dalam kegiatan tersebut, peserta aksi tidak hanya berasal dari jajaran pengurus dan orangtua. Para peserta didik FORSGI yang selama ini mengikuti pembinaan sepakbola juga turut terlibat membagikan masker kepada masyarakat.
Keterlibatan anak-anak tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini. Melalui aksi sederhana tersebut, FORSGI ingin menunjukkan bahwa olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter dan menggerakkan generasi muda untuk berkontribusi bagi lingkungan serta masyarakat. [SK]