Pontianak (Suara pontianak) – Drama sengit mewarnai semifinal ganda putra POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Pasangan Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo harus berjuang hingga deuce panjang sebelum akhirnya memastikan tiket ke partai final.
Drama 24-22 di Gim Ketiga, Yeremia/Patra Tembus Final POLYTRON Pontianak International Challenge. SUARAPONTIANAK/SK
Menghadapi sesama wakil Indonesia, Ikhsan Lintang Pramudya/Aquino Evano Keneddy Tangka, Sabtu (29/8/2026), Yeremia/Patra mengamankan kemenangan dramatis dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-16, 17-21, 24-22.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Kedua pasangan saling memberikan tekanan dan tak mudah memberikan poin. Ikhsan/Aquino bahkan mampu memaksa pertandingan berlanjut hingga gim penentuan setelah merebut gim kedua.
Namun, pengalaman Yeremia/Patra akhirnya menjadi pembeda pada momen-momen krusial. Setelah terlibat kejar-kejaran poin hingga akhir, Yeremia/Patra berhasil menutup gim ketiga dengan kemenangan 24-22.
Ikhsan mengakui pertandingan berjalan sengit sejak awal. Ia menilai mereka sebenarnya memiliki peluang untuk menyelesaikan laga pada gim ketiga, tetapi kurang tenang ketika memasuki poin-poin kritis.
“Tadi cukup seru permainannya dari awal tapi di poin-poin akhir gim ketiga kami kalah pengalaman dan kurang tenang,” kata Ikhsan.
Sementara itu, Aquino tetap bersyukur bisa membawa pasangannya melangkah jauh hingga semifinal. Menurutnya, perjalanan mereka di turnamen tersebut tidak pernah mudah karena hampir setiap pertandingan berlangsung dalam persaingan ketat.
“Puji Tuhan bisa sampai sejauh ini. Dari awal sampai semifinal tidak ada yang mudah, ramai terus mainnya. Ini modal buat kami tapi ke depan harus persiapkan lebih matang lagi,” ujarnya.
Di kubu Yeremia/Patra, gim ketiga justru menjadi salah satu fase tersulit dalam pertandingan.
Yeremia mengaku mereka sempat mencoba bermain agresif sejak awal gim penentuan. Namun, strategi tersebut justru membuat mereka melakukan sejumlah kesalahan sendiri dan kehilangan momentum.
“Di gim ketiga, kami berniat untuk langsung menekan mereka tapi malah mati-mati sendiri. Ada 4-5 poin kami melakukan kesalahan. Dari situ agak tegang dan jadi bingung mau main seperti apa,” tutur Yeremia.
Dalam situasi tersebut, Yeremia/Patra berusaha menjaga konsentrasi dan tidak membiarkan tekanan mengganggu permainan.
Keduanya terus saling memberikan semangat serta menjaga kepercayaan diri. Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil ketika mereka mulai mampu mengejar ketertinggalan.
“Tapi kami tetap percaya, saling menyemangati satu sama lain. Akhirnya bisa mengejar dan bisa menang,” katanya.
Salah satu momentum penting terjadi ketika Yeremia/Patra tertinggal 16-19. Dalam kondisi tersebut, mereka melakukan perubahan pola permainan dengan mengurangi intensitas permainan di depan net.
“Saat tertinggal 16-19 memang kami mengubah pola dengan tidak banyak bermain net,” ujar Yeremia.
Perubahan tersebut terbukti efektif. Yeremia/Patra mampu keluar dari tekanan, memperkecil jarak, dan memaksa pertandingan memasuki fase akhir yang semakin menegangkan.
Kejar-kejaran poin pun terjadi hingga kedudukan 22-22. Dengan ketenangan pada dua poin berikutnya, Yeremia/Patra akhirnya mengunci gim ketiga 24-22 sekaligus memastikan kemenangan dan tiket ke final.
Patra mengakui Ikhsan/Aquino tampil sangat baik sepanjang turnamen. Bahkan, pasangan tersebut sebelumnya mampu membuat kejutan ketika menghadapi wakil Chinese Taipei.
Karena itu, Yeremia/Patra sejak awal sudah memperkirakan pertandingan semifinal tidak akan berlangsung mudah.
“Mereka tampil sangat baik, bikin kejutan juga kemarin lawan Chinese Taipei. Jadi kami sudah antisipasi dan menyangka akan mendapat perlawanan ketat,” kata Patra.
Kemenangan dramatis tersebut membawa Yeremia/Patra melangkah ke partai final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026.
Setelah menguras tenaga dalam pertarungan tiga gim, pasangan tersebut kini memiliki waktu untuk memulihkan kondisi sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi laga puncak.
Patra menegaskan mereka tidak ingin sekadar puas dengan keberhasilan menembus final. Setelah melewati pertandingan penuh tekanan, target mereka kini jelas, yakni membawa pulang gelar juara.
“Besok kami harus menyiapkan lagi, pastinya mau juara,” pungkas Patra.
Semifinal dramatis tersebut sekaligus menunjukkan mental bertanding Yeremia/Patra. Ketika berada dalam tekanan dan tertinggal pada gim penentuan, keduanya mampu menjaga komunikasi, mengubah strategi, serta bangkit hingga akhirnya merebut kemenangan di poin-poin terakhir.[SK]