Sekda Pontianak Tekankan Etika dan Integritas sebagai Fondasi Kepemimpinan ASN

Editor: Admin author photo

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat menyampaikan materi di hadapan peserta diklat Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa etika dan integritas merupakan dua pilar utama yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat pengawas, dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan materi bertajuk “Etika dan Integritas Kepemimpinan Pancasila” pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pemerintah Kota Pontianak Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (29/7/2026).

Dalam paparannya, Amirullah menjelaskan bahwa etika merupakan cerminan sikap, adab, dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun tempat kerja. Menurutnya, penerapan etika tidak selalu dimulai dari hal-hal besar, melainkan dari kebiasaan sederhana yang mencerminkan rasa hormat dan profesionalisme.

“Etika itu berkaitan dengan perilaku. Hal-hal sederhana seperti mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan, menyapa rekan kerja, atau menghormati pimpinan merupakan bentuk etika yang harus dibiasakan,” ujarnya.

Ia menilai budaya etika yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling menghargai, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain etika, Amirullah juga menekankan pentingnya integritas sebagai nilai dasar yang harus melekat dalam diri setiap ASN. Menurutnya, integritas tercermin dari keselarasan antara ucapan dan tindakan, sehingga mampu membangun kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintah.

“Integritas adalah kesesuaian antara apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita lakukan. Kalau perkataan berbeda dengan tindakan, maka integritas seseorang akan dipertanyakan,” tegasnya.

Dalam sesi interaktif, Amirullah mengajak para peserta untuk memberikan contoh penerapan integritas dalam lingkungan kerja. Sejumlah peserta menyampaikan bahwa disiplin hadir tepat waktu, melaksanakan tugas sesuai aturan, serta tidak menggunakan fasilitas maupun anggaran kantor untuk kepentingan pribadi merupakan wujud nyata integritas seorang ASN.

Menurutnya, perilaku tersebut harus menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh aparatur guna mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan terpercaya.

“Nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya kerja seluruh ASN agar mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Amirullah menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan figur pemimpin semata, tetapi juga menyangkut proses, nilai, dan tanggung jawab dalam memimpin sebuah organisasi.

Karena itu, ia menekankan bahwa kepemimpinan ASN harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kepemimpinan akan membentuk karakter aparatur yang mengedepankan keadilan, tanggung jawab, gotong royong, dan orientasi pada kepentingan masyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan etika yang baik dan integritas yang kuat, aparatur akan mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap para pejabat pengawas mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan yang berkarakter, menjunjung tinggi etika, serta memiliki integritas yang kokoh dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang berkualitas. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play