Musim Panen Durian Picu Lonjakan Sampah di Pontianak, DLH Tambah Armada dan Jam Kerja Petugas

Editor: Admin author photo

Suasana di Tempat Pembuangan Akhir Batu Layang. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Musim panen buah yang tengah berlangsung di Kalimantan Barat membawa dampak terhadap peningkatan volume sampah di Kota Pontianak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mencatat lonjakan sampah mencapai sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal, dengan limbah kulit durian menjadi penyumbang terbesar.

Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan peningkatan volume sampah terjadi seiring membanjirnya berbagai jenis buah musiman dari sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat, terutama durian yang saat ini memasuki puncak panen.

“Kota Pontianak sedang panen raya, segala buah-buahan ada. Yang paling banyak buah durian, dari seluruh kabupaten keluar semua. Menurut data di kami, saat ini sudah mencapai peningkatan sekitar 20 persen dari jumlah sampah normal,” ujarnya.

Lonjakan volume sampah tersebut mendorong DLH Kota Pontianak melakukan berbagai langkah antisipasi agar pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal. Selain menambah armada pengangkut sampah, DLH juga memberlakukan lembur bagi petugas kebersihan guna mempercepat proses pengangkutan dan penanganan sampah di lapangan.

Syarif menjelaskan, di beberapa titik yang mengalami penumpukan sampah dalam jumlah besar, proses pengangkutan bahkan tidak lagi memungkinkan dilakukan secara manual sehingga harus dibantu dengan penggunaan alat berat.

“Kami di DLH harus mempersiapkan armada tambahan, lalu pekerjanya kita lemburkan. Di beberapa lokasi kita tidak bisa pakai tenaga manusia, kami harus menggunakan alat berat karena jumlah sampah terlampau banyak,” katanya.

Meski demikian, ia mengapresiasi para pedagang buah yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim panen. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas perdagangan tetap disertai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami dari Pemerintah Kota mengapresiasi para pedagang dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Cuma tolong bekerja sama dengan kami, masalah pengangkutan dan jangan membuang sampah sembarangan,” pesannya.

Menurut Syarif, seluruh sampah yang terkumpul di Tempat Penampungan Sementara (TPS) saat ini langsung diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui penambahan ritase armada dan jam kerja petugas untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.

Selain fokus pada pengangkutan, DLH juga mendorong pemanfaatan limbah kulit durian agar tidak seluruhnya berakhir di TPA. Kulit durian dinilai masih memiliki nilai guna, salah satunya sebagai material penimbun lahan atau untuk kebutuhan lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Sampah yang sudah masuk ke TPS langsung kami angkut ke TPA dengan tambahan ritase dan lembur. Harapan kami, kulit durian bisa dimanfaatkan untuk mengisi lahan kosong atau dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan, sehingga tidak semuanya menjadi sampah,” pungkasnya.

DLH Kota Pontianak berharap sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dapat terus terjalin selama musim panen berlangsung sehingga kebersihan kota tetap terjaga, sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat meningkatnya volume sampah organik musiman. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play