Durian Balai Karangan Banjiri Pontianak, Penjualan Tembus 1.000 Buah per Hari

Editor: Admin author photo

Bazar Durian Jemongko dan Balai Karangan Dalam Bazar Buah BK di Jalan Pancasila Diserbu Warga..SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Aroma khas durian kembali menyeruak di berbagai sudut Kota Pontianak. Memasuki musim panen tahun 2026, para pecinta buah berjuluk "raja buah" mulai berburu durian unggulan yang didatangkan langsung dari sentra produksi di Kalimantan Barat.

Salah satu lokasi yang menjadi magnet bagi pemburu durian adalah Bazar Durian BK yang beroperasi di Jalan Gusti Hamzah atau Jalan Pancasila, tepatnya di halaman parkir Pusaka Minang dan Gara-Gara. Setiap sore hingga malam hari, kawasan tersebut dipadati warga yang datang untuk menikmati durian segar asal Balai Karangan, Kabupaten Sanggau.

Bazar yang dikelola Edy Hartono dan Yenna Wiguna itu menghadirkan durian pilihan yang berasal dari Dusun Jemongko dan Desa Balai Karangan. Buah-buah tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dengan daging tebal, tekstur lembut, serta aroma yang kuat sehingga menjadi favorit para penikmat durian.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat penjualan durian di lokasi tersebut terbilang fantastis. Dalam sehari, jumlah durian yang terjual bisa mencapai sekitar 1.000 buah.

Owner Bazar Durian BK, Yenna Wiguna, mengatakan musim durian tahun ini baru dimulai dan pasokan buah langsung didatangkan dari kawasan Balai Karangan.

“Ini baru yang pertama di tahun 2026. Musim durian kita Jemongko Balai Karangan, per harinya paling sedikit 500 sampai 1.000 buah yang akan didatangkan ke Pontianak,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Yenna, bazar durian tersebut telah rutin digelar sejak tahun lalu di lokasi yang sama dan selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat Pontianak maupun daerah sekitarnya.

“Seperti biasa kami bazar durian dari tahun lalu di halaman parkir Pusaka Minang, Jalan Gusti Hamzah atau orang tahunya Jalan Pancasila. Durian baru dikumpulkan di Balai Karangan pada pagi hari dan biasanya tiba di Pontianak sekitar pukul tiga sore,” jelasnya.

Bazar mulai beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar masyarakat dapat menikmati durian segar yang baru tiba dari lokasi panen.

Harga yang ditawarkan pun cukup beragam dan dinilai terjangkau. Untuk durian ukuran kecil dibanderol mulai Rp20 ribu per buah, sedangkan ukuran sedang hingga besar dijual dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung kualitas dan ukuran buah.

“Untuk per buah kita kisaran Rp30 ribu sampai Rp100 ribu. Kalau yang paling kecil biasanya ada juga yang ukurannya kecil seperti ini, itu Rp20 ribu,” kata Yenna.

Tak hanya mengandalkan kualitas buah, pihak pengelola juga memberikan jaminan kepada para pembeli. Jika durian yang dibeli ternyata mentah, tawar, atau terdapat ulat, pembeli dapat menukarkannya dengan buah yang baru.

“Jaminan dari buah BK selalu bergaransi. Jika ulat, tawar atau mentah, kita garansi tukar buahnya,” tegasnya.

Musim durian selalu menjadi momen yang ditunggu masyarakat Kalimantan Barat. Selain menjadi peluang usaha bagi para pedagang, musim panen juga memberikan dampak ekonomi bagi petani durian di daerah penghasil, termasuk Balai Karangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra durian unggulan di Kabupaten Sanggau.

Dengan pasokan yang terus berdatangan dan tingginya minat masyarakat, Bazar Durian BK diperkirakan akan kembali menjadi salah satu destinasi favorit warga Pontianak untuk menikmati sensasi durian segar langsung dari kebun selama musim panen berlangsung.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play