Pontianak (Suara Pontianak) – Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak serta masyarakat Kalimantan Barat menjelang berakhirnya masa tugasnya setelah hampir lima tahun mengabdi di Kota Khatulistiwa..jpeg)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saling bertukar cenderamata dengan Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri. SUARAPONTIANAK/SK
Sejak mulai bertugas pada November 2021, Azizul mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga, terutama dalam mempererat hubungan kerja sama antara Malaysia dan Kota Pontianak di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pendidikan, perdagangan, budaya, hingga kegiatan kemasyarakatan.
“Pemerintah Kota Pontianak telah banyak memberikan kerja sama, bantuan, dan memfasilitasi hubungan bilateral antara Malaysia dan Kota Pontianak. Banyak program yang telah kita laksanakan bersama, mulai dari promosi pariwisata, kuliner, pendidikan, hingga kegiatan kemasyarakatan,” ujar Azizul usai berpamitan dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Wali Kota, Selasa (14/7/2026).
Selama bertugas, berbagai kunjungan muhibah dan kunjungan balasan juga telah dilakukan antara Pontianak dengan sejumlah wilayah di Malaysia, seperti Kuching dan Labuan. Azizul berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan semakin berkembang pada masa mendatang.
Salah satu agenda yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi lanjutan yakni kegiatan promosi budaya dan ekonomi seperti Borneo International Halal Showcase di Kuching yang direncanakan melibatkan partisipasi Kota Pontianak.
Bagi Azizul, kedekatannya dengan Pontianak tidak hanya sebatas hubungan diplomatik, tetapi juga telah menjadi ikatan emosional dengan masyarakat setempat.
“Pontianak sangat dekat di hati saya. Masyarakatnya ramah dan saya merasa seperti berada di tengah keluarga sendiri,” katanya.
Ia mengungkapkan, kedekatan tersebut terbentuk melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang diikutinya selama berada di Pontianak, termasuk menghadiri kegiatan pengajian bersama sejumlah komunitas masyarakat.
“Saya menganggap masyarakat di sini sebagai keluarga saya sendiri. Saya banyak mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan pengajian bersama komunitas yang ada di Pontianak,” ungkapnya.
Meski masa tugasnya berakhir, Azizul memastikan dirinya akan kembali berkunjung ke Pontianak.
“Saya pasti akan kembali lagi ke Pontianak. Kedekatan yang telah terjalin dengan masyarakat, Pemerintah Kota Pontianak, dan Bapak Wali Kota Edi Kamtono menjadi kenangan yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.
Ia berharap hubungan persahabatan antara Malaysia, khususnya Sarawak, dengan Kalimantan Barat dapat terus diperkuat melalui berbagai kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua wilayah.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Azizul Zekri selama menjalankan tugas sebagai Konsul Malaysia di Pontianak.
Menurut Edi, keberadaan Konsulat Malaysia di Pontianak memiliki peran strategis bagi Kalimantan Barat maupun wilayah Kalimantan secara keseluruhan, mengingat hubungan geografis, budaya, dan sosial yang sangat dekat dengan Sarawak, Malaysia.
“Hubungan Kalimantan Barat dengan Sarawak sudah seperti keluarga. Selain karena wilayah perbatasan yang sangat panjang, kita juga memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi budaya maupun suku, seperti Melayu dan Dayak,” ujarnya.
Edi menilai Azizul merupakan sosok diplomat yang komunikatif dan terbuka dalam membangun berbagai kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Ia menyebut sejumlah kerja sama yang telah berjalan mencakup sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Bahkan saat pandemi COVID-19, Malaysia melalui Sarawak turut memberikan dukungan kepada Kalimantan Barat berupa bantuan oksigen.
“Pada masa pandemi, kita sempat mendapatkan bantuan oksigen melalui beberapa mobil tangki. Hingga saat ini, pasokan listrik dari Sarawak juga masih berlangsung,” jelas Edi.
Selain itu, hubungan perdagangan antara Kalimantan Barat dan Malaysia juga terus berkembang. Produk unggulan daerah seperti kopi dan beras turut mendapat dukungan promosi melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi Konsulat Malaysia.
Edi menambahkan, kegiatan budaya dan kuliner yang digelar secara rutin juga menjadi sarana mempererat hubungan kedua wilayah, termasuk promosi berbagai produk khas Malaysia.
Atas berakhirnya masa tugas Azizul, Edi mengaku kehilangan sosok diplomat yang dinilainya rendah hati dan memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah.
“Kami merasa kehilangan karena beliau sangat humble dan mudah berkomunikasi. Setiap ada peluang kerja sama yang menguntungkan kedua pihak, beliau selalu memberikan dukungan,” katanya.
Ia berharap hubungan baik antara Kalimantan Barat dan Sarawak yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan dan semakin diperkuat demi mendorong kemajuan bersama. [SK]