Pemadaman difokuskan di kawasan sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya yang menjadi salah satu lokasi terdampak kebakaran. Operasi berlangsung sejak sore hingga malam hari dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Berkat kerja sama yang solid, enam titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten Kubu Raya berhasil dikendalikan meskipun cuaca masih kering dan hujan belum turun dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Sujiwo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, keberhasilan mengendalikan api merupakan hasil sinergi dan dedikasi semua pihak yang berjibaku di lapangan.
“Alhamdulillah, walaupun melelahkan, api dapat kita jinakkan dan kita kendalikan. Hingga saat ini ada enam titik kebakaran dan semuanya berhasil dikendalikan. Ini berkat kerja keras seluruh personel yang berjibaku di lapangan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, hingga perangkat daerah yang bekerja secara terpadu untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak mungkin dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan koordinasi yang kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar upaya pengendalian kebakaran berjalan efektif dan cepat.
“Saya meminta Kepala Pelaksana BPBD selaku koordinator agar terus mengorkestrasi seluruh kekuatan yang ada, baik TNI, Polri, batalyon-batalyon, Damkar swasta, maupun perangkat daerah. Penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif,” tegasnya.
Sujiwo memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap operasi pemadaman, baik dari sisi koordinasi, penyediaan sumber daya, maupun kebutuhan personel di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebakaran dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim, Pak Kapolres, seluruh jajaran TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar swasta, dan semua pihak yang telah bekerja luar biasa. Memang melelahkan, tetapi inilah bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.
Langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko karhutla selama musim kemarau, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi muncul akibat kebakaran lahan. [SK]
