BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan SDM Perkebunan Sawit di Pontianak, Tingkatkan Kompetensi Pekebun Kalbar

Editor: Admin author photo

Asah Kompetensi Sawit Nasional, BPDP dan Ditjenbun bersama PT TKM Gembleng 180 Pekebun Kalbar Lewat Agenda SDM Perkebunan 2026. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit terus dilakukan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali memfasilitasi Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh PT Titian Karsa Mandiri (TKM).

Program pelatihan tersebut berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, dan diikuti peserta dari Kabupaten Sekadau serta Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hadir dalam pembukaan kegiatan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius I.K., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, serta Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Ifan Murpatria, yang mewakili Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Ignasius I.K., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan sektor perkebunan yang berkelanjutan.

“Pelatihan ini menjadi wujud nyata dukungan dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Sebanyak 180 peserta mengikuti program tersebut yang terdiri dari petani kelapa sawit dan berbagai pemangku kepentingan terkait sektor perkebunan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat tata kelola perkebunan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam industri kelapa sawit.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan tiga materi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, yakni pelatihan budidaya kelapa sawit, implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.

Ketiga materi tersebut disusun untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada peserta, mulai dari teknik budidaya yang baik, penerapan standar keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lahan perkebunan.

Program pelatihan juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit. Kombinasi tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan yang aplikatif serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi para pekebun di lapangan.

Tidak hanya berlangsung di dalam kelas, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik dan observasi lapangan. Melalui metode tersebut, peserta dapat langsung menerapkan materi yang telah diperoleh sehingga pemahaman dan keterampilan mereka semakin meningkat.

Suasana pelatihan dirancang interaktif dan partisipatif untuk mendorong peserta aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kondisi yang dihadapi para petani sawit.

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, PT Titian Karsa Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas tenaga kerja sektor agrikultur di Indonesia. Penguatan kompetensi petani dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas, mendorong praktik perkebunan yang ramah lingkungan, serta memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.

Sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia, kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional dan menghasilkan devisa negara. Karena itu, peningkatan kapasitas pekebun tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit Indonesia di pasar global.

Program ini menjadi wujud komitmen BPDP dan Ditjenbun Kementerian Pertanian dalam mencetak SDM perkebunan yang lebih profesional, produktif, dan berdaya saing. Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan lapangan, para pekebun diharapkan mampu mengelola usaha perkebunan secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung kemajuan sektor agribisnis nasional. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play