Tangis Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Pontianak, 535 Orang Tiba di Embarkasi Batam

Editor: Admin author photo

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyambut kedatangan para jemaah haji asal Pontianak yang tiba di Asrama Haji Batam.SUARAPONTIANAK/SK
Batam (Suara Pontianak) – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Asrama Haji Embarkasi Batam saat ratusan jemaah haji asal Kota Pontianak kembali menginjakkan kaki di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Pelukan hangat keluarga, senyum bahagia, hingga linangan air mata mewarnai penyambutan para jemaah yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual mereka.

Sebanyak 403 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 15 tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (17/6/2026), sebelum menjalani proses debarkasi di Asrama Haji Batam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Sehari sebelumnya, sebanyak 132 jemaah asal Pontianak juga telah tiba dan disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah.

Setelah mengikuti serangkaian proses penyambutan dan pemeriksaan kesehatan, para jemaah diberangkatkan secara bertahap menuju Pontianak untuk kembali berkumpul bersama keluarga yang telah menantikan kepulangan mereka.

Di balik suasana bahagia tersebut, terdapat duka yang turut menyertai pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dari total 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak, tercatat satu orang wafat di Tanah Suci dan dua orang lainnya meninggal dunia di Batam.

Menyikapi hal itu, Bahasan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.

“Kami mendoakan agar amal ibadah para jemaah yang telah wafat diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jemaah yang tiba pada gelombang kedatangan tersebut berada dalam kondisi sehat dan selamat.

“Alhamdulillah, jemaah yang datang hari ini sehat semua. Mereka tiba dengan selamat dan mudah-mudahan terus diberikan kesehatan hingga kembali ke Kota Pontianak,” tuturnya.

Bahasan berharap para jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dapat membawa pulang semangat dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mampu memberikan teladan yang baik di tengah masyarakat, baik dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan sosial,” harapnya.

Menurut Bahasan, proses pemulangan jemaah haji asal Pontianak masih akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan debarkasi di Batam, para jemaah akan diterbangkan ke Pontianak secara bertahap.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, memastikan seluruh rangkaian kedatangan jemaah berlangsung aman dan lancar berkat sinergi berbagai pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kedatangan jemaah haji berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa jemaah yang tercatat dalam kondisi sakit, namun semuanya telah ditangani oleh petugas sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja maksimal, mulai dari unsur Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai penyelenggara Embarkasi Batam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Berdasarkan pemantauan kami, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Rombongan Kloter BTH 15, H Muhammad Habibi Sarabiti, mengaku puas dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang menurutnya semakin tertata dan profesional.

Ia menilai pelayanan yang diberikan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan berjalan baik berkat dukungan sistem digital yang semakin terintegrasi.

“Alhamdulillah, sejak berangkat dari tanah air hingga kembali lagi, kami merasakan pelayanan yang sangat baik. Pemeriksaan dilakukan secara berulang dan semuanya sudah berbasis sistem. Tidak ada kekhawatiran terkait tenda, tempat tidur maupun konsumsi karena seluruh data jemaah sudah terdeteksi dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Habibi, Pemerintah Arab Saudi berhasil menghadirkan tata kelola penyelenggaraan haji yang lebih modern sehingga memberikan kepastian layanan dan kenyamanan bagi para jemaah selama berada di Makkah dan Madinah.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim kesehatan yang dinilai bekerja luar biasa dalam mendampingi para jemaah selama menjalankan ibadah.

“Para dokter dan seluruh petugas kesehatan telah memberikan pelayanan yang luar biasa. Mereka sangat sigap membantu jemaah sehingga kondisi kesehatan para jemaah dapat terjaga dengan baik,” katanya.

Meski dihadapkan pada cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat tinggi, Habibi menyebut secara umum seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar. Beberapa jemaah memang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek, namun seluruhnya dapat ditangani dengan baik.

“Cuaca di sana memang sangat panas. Namun Alhamdulillah semuanya dapat terkondisikan dengan baik. Walaupun ada jemaah yang mengalami batuk dan pilek, secara umum seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih dari sekadar perjalanan ibadah, Habibi mengaku memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, semangat kebersamaan dan saling membantu menjadi nilai yang paling membekas dalam dirinya.

“Hidup tidak bisa dijalani sendiri. Ketika kita membantu sesama hamba Allah, pertolongan juga akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu menjadi pelajaran yang sangat berkesan bagi saya selama berhaji,” pungkasnya.

Kepulangan para jemaah haji asal Pontianak tahun ini tidak hanya menjadi momen pelepas rindu bersama keluarga, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan perjalanan spiritual yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan para jemaah maupun masyarakat di sekitarnya. Dengan pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama di Tanah Suci, para jemaah diharapkan dapat menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang lebih religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play