Pontianak (Suara Pontianak) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan LPG 3 Kg bersubsidi di wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Upaya penguatan distribusi terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga penyaluran agar tepat sasaran.LPG 3 Kg bersubsidi.SUARAPONTIANAK/SK
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap distribusi LPG 3 Kg, khususnya di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian, seperti Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh jaringan resmi, mulai dari agen hingga pangkalan, guna memastikan kelancaran distribusi dan mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus memastikan pasokan LPG 3 Kg tersedia dan disalurkan melalui jaringan resmi. Bersama agen dan pangkalan, Pertamina melakukan monitoring secara berkelanjutan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujar Edi.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan permintaan, Pertamina telah melakukan penambahan pasokan LPG 3 Kg melalui mekanisme penyaluran fakultatif dan extra dropping selama Juni 2026.
Penambahan pasokan tersebut dilakukan secara signifikan. Untuk wilayah Kota Pontianak, tambahan LPG 3 Kg mencapai lebih dari 250 persen dibandingkan penyaluran harian normal.
Sementara itu, Kabupaten Sambas mendapatkan tambahan pasokan lebih dari 300 persen dari distribusi harian normal.
Pertamina menyebut tambahan pasokan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan LPG bersubsidi sekaligus memastikan masyarakat tidak mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Selain memastikan stok tersedia, Pertamina juga melakukan pemantauan harian terhadap kondisi pasokan di pangkalan resmi. Pengawasan diperkuat melalui koordinasi bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk memastikan distribusi LPG 3 Kg berjalan sesuai aturan.
“LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Karena itu, selain memastikan ketersediaan pasokan, kami juga terus mendorong pengawasan bersama agar distribusinya tepat sasaran sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan,” tambah Edi.
Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi berjalan sesuai peruntukan dan tidak terjadi penyimpangan.
Masyarakat juga diimbau untuk membeli LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Apabila masyarakat menemukan kendala dalam distribusi maupun indikasi penyalahgunaan LPG bersubsidi, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Call Center 135 yang aktif selama 24 jam, melalui email pcc135@pertamina.com, maupun media sosial resmi @pertamina135.
Dengan penguatan pasokan dan pengawasan bersama, Pertamina berharap distribusi LPG 3 Kg di Kalimantan Barat tetap berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang berhak menerima.[SK]