Pontianak (Suara Pontianak) – Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) bersama Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Gema Muharram dan Santunan Anak Yatim di Aula A. Rani IAIN Pontianak, Sabtu (20/6/2026).Gema Muharram 1448 H dan Santunan Anak Yatim, HMPS PAI Bersama Prodi PAI IAIN Pontianak Tebar Kepedulian.SUARAPONTIANAK/SK
Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dengan nuansa kekeluargaan. Tidak hanya menjadi ajang peringatan Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi di lingkungan kampus.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi PAI IAIN Pontianak, Putri Handayani Lubis, M.Si., Ketua HMPS PAI Rangga, mahasiswa Program Studi PAI, serta 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman Pontianak yang menerima santunan.
Ketua Program Studi PAI IAIN Pontianak, Putri Handayani Lubis, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap HMPS PAI yang telah menghadirkan kegiatan dengan nilai religius dan sosial tersebut.
Menurutnya, bulan Muharram memiliki makna penting sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim.
“Momentum Muharram hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam di lingkungan Prodi PAI,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa Pendidikan Agama Islam tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata melalui sikap peduli, berbagi, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua HMPS PAI IAIN Pontianak, Rangga, mengatakan kegiatan Gema Muharram dan Santunan Anak Yatim merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menumbuhkan budaya berbagi serta memperkuat karakter kemanusiaan dan keislaman mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman,” katanya.
Selain santunan, kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan Ustaz Husnul Halikin, S.Pd. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan amal kebaikan, termasuk kepedulian terhadap anak yatim sebagai salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian sosial yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Suasana haru dan bahagia tampak saat penyerahan santunan kepada 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman Pontianak. Momen tersebut menjadi simbol nyata kepedulian mahasiswa sekaligus bentuk pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Gema Muharram ini, HMPS PAI bersama Prodi PAI IAIN Pontianak berharap dapat terus menghadirkan berbagai program positif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.[SK]