Krisantus Kurniawan, didampingi istri, Donata Dirasig Krisantus, secara resmi membuka Grand Final Bujang Dara Gawai ke-40 Kalimantan Barat di Rumah Radakng, Sabtu malam (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Krisantus menaruh harapan besar agar ajang Bujang Dara Gawai yang telah memasuki usia ke-40 semakin berkembang menjadi ruang pembinaan generasi muda Dayak yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kita harapkan bukan hanya memiliki kecantikan dan ketampanan, tetapi juga mempunyai pengetahuan umum, kemampuan bahasa, pemahaman budaya, sosial politik, pendidikan, dan wawasan lainnya yang mumpuni,” ujarnya.
Menurut Krisantus, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang kuat serta daya saing global. Oleh sebab itu, para finalis Bujang Dara Gawai diharapkan tidak hanya memahami budaya daerah, tetapi juga menguasai kemampuan komunikasi internasional, termasuk bahasa asing.
Bahkan, mantan anggota DPR RI tersebut mendorong dewan juri untuk mulai menggunakan bahasa Inggris dalam sesi tanya jawab sebagai langkah meningkatkan kualitas dan rasa percaya diri generasi muda Dayak di tingkat dunia.
“Saya ingin Bujang dan Dara Gawai bisa ekspansi secara nasional maupun internasional. Ketika pergi ke luar negeri tidak perlu lagi menggunakan penerjemah. Mereka harus mampu berkomunikasi secara internasional sehingga ke depan memiliki pengetahuan global dan bertaraf internasional, yang dimulai malam ini,” tegasnya.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati Rumah Radakng, Krisantus juga mengajak putra-putri Dayak untuk terus berkarya dan percaya diri menghadapi era modern yang penuh persaingan.
Ia berharap para pemenang Bujang Dara Gawai nantinya dapat menjadi duta Kalimantan Barat dalam berbagai ajang prestisius, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya ingin putra-putri yang menang malam hari ini dapat mewakili Kalimantan Barat dalam ajang-ajang nasional maupun internasional seperti Puteri Indonesia, Miss Indonesia, Miss World dan lainnya,” harapnya.
Krisantus menegaskan bahwa pemilihan Bujang Dara Gawai bukan sekadar ajang menampilkan penampilan fisik, melainkan juga wadah untuk menunjukkan kecerdasan, karakter, kemampuan intelektual, serta wawasan generasi muda Dayak.
“Malam ini harus dibuktikan bahwa Dayak itu pintar dan cerdas, mampu menguasai bahasa asing dan berkomunikasi secara internasional,” tutupnya.[SK]
.jpeg)