Pontianak (Suara Pontianak) – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di Kalimantan Barat untuk tampil sebagai agen perubahan dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih modern, responsif, dan berkualitas..jpeg)
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson.SUARAPONTIANAK/SK
Ajakan tersebut disampaikan Harisson saat membuka Seminar ASN Young Generation bertema Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar untuk Pelayanan Publik Berkualitas Tahun 2026 di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor BPSDM Provinsi Kalbar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, serta Direktur Utama Bank Kalbar.
Sebelum seminar dimulai, para pejabat menyerahkan santunan “ASN Kalbar Peduli” kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial ASN di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa ASN muda merupakan generasi baru birokrasi yang akan menentukan wajah pelayanan publik Indonesia di masa depan.
“ASN muda hari ini adalah generasi yang memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk berinovasi. Saudara-saudara sekalian adalah generasi yang akan menentukan wajah pelayanan publik di masa depan,” ujarnya.
Menurut Harisson, pengembangan kapasitas ASN muda bukan hanya menjadi kebutuhan organisasi pemerintahan, tetapi juga investasi strategis bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Ia menilai masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, ramah, dan mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pengembangan kapasitas ASN muda bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi merupakan investasi strategis bagi kemajuan daerah dan bangsa. Karena masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, ramah, dan mampu memberikan solusi nyata,” katanya.
Harisson juga menegaskan bahwa pola kerja birokrasi harus berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
“ASN tidak boleh hanya bekerja sebatas menggugurkan kewajiban administratif. ASN harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya membangun karakter ASN muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan kolaborasi, kepedulian sosial, dan penguasaan teknologi digital.
“Kita membutuhkan ASN yang kreatif, kolaboratif, menguasai teknologi digital, memiliki komunikasi yang baik, dan sensitif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Harisson.
Dalam kesempatan itu, Harisson mengajak ASN muda untuk tidak takut melakukan perubahan di lingkungan birokrasi.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh ASN muda Kalbar, jangan pernah takut menjadi generasi pembawa perubahan. Birokrasi hari ini membutuhkan anak-anak muda yang berani menghadirkan gagasan baru, berani memperbaiki sistem, dan berani keluar dari zona nyaman demi pelayanan publik yang lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Agus Fatoni menilai kegiatan pengembangan kapasitas ASN muda sangat penting dalam membentuk aparatur yang profesional dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, apalagi untuk ASN muda. Mereka harus memiliki wawasan yang luas, motivasi yang tinggi, dan kinerja yang baik,” ucapnya.
Fatoni menambahkan bahwa ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus dibekali karakter dan kepribadian yang baik.
“Bukan hanya punya kemampuan dan kapasitas saja, tetapi ASN juga harus mempunyai karakter yang baik dan mampu menempatkan diri,” tambahnya.
Menurutnya, ASN muda perlu memiliki kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan moral sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Ia juga mendorong terciptanya budaya kerja yang sehat di lingkungan birokrasi agar kinerja ASN semakin optimal.
“Harus ada iklim kompetisi yang sehat, saling mendukung, saling support, dan saling mengisi. Kalau iklim kerja sehat, maka kinerja juga akan semakin baik,” ungkap Fatoni.
Selain itu, ia menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia ASN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPSDM, tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kegiatan seperti ini seharusnya bukan hanya dilakukan oleh BPSDM, tetapi juga bisa dilakukan di internal OPD melalui pelatihan-pelatihan maupun menghadirkan narasumber dan para ahli,” tuturnya.
Fatoni pun berpesan agar ASN muda terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“ASN muda harus terus belajar, jangan berhenti belajar. Terus memperbaiki diri, meningkatkan kapasitas, memahami tugas, memiliki motivasi tinggi, serta mempunyai karakter dan kepribadian yang baik,” pesannya.
Di tempat yang sama, Windy Prihastari menyebut ASN muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik.
“ASN muda Kalbar itu luar biasa, potensinya sangat besar untuk membangun Kalbar serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan ASN muda harus terus diberikan motivasi dan pembinaan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.
“ASN muda harus terus diberi motivasi agar menjadi agen perubahan dimanapun mereka bekerja,” ujarnya.
Windy juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mindset ASN harus berubah, dari mindset dilayani menjadi mindset melayani masyarakat,” tegasnya.
Menurut Windy, selain kompetensi, integritas dan karakter menjadi fondasi utama dalam membangun ASN yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“ASN bukan hanya harus pintar, tetapi juga harus berkarakter dan mempunyai attitude yang baik. Dengan integritas dan loyalitas yang baik, tentu pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” tutupnya.[SK]