Kubu Raya (Suara Pontianak) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mempercepat pembangunan Masjid Agung Awaluddin yang diproyeksikan menjadi ikon religius sekaligus landmark baru daerah. Hingga pertengahan 2026, progres pembangunan masjid yang berdiri di kawasan strategis bundaran bandara tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028..jpeg)
Bupati Kubu Raya Sujiwo saat diwawancara awak media.SUARAPONTIANAK/SK
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, usai melaksanakan Shalat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Agung Awaluddin, Rabu (27/5/2026). Menurutnya, pembangunan masjid menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena keberadaannya diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah.
“Alhamdulillah progres pembangunan Masjid Agung Awaluddin sudah mencapai 60 persen. InsyaAllah tahun depan APBD Kabupaten Kubu Raya kembali kita anggarkan untuk proses penyelesaian,” ujar Sujiwo.
Ia menegaskan, pembangunan Masjid Agung Awaluddin sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dilakukan secara bertahap melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bagi Sujiwo, masjid yang berada di pintu masuk utama Kabupaten Kubu Raya tersebut memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaian bangunan utama, tetapi juga mulai menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna menciptakan kawasan yang nyaman dan representatif bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Kalimantan Barat.
Beberapa fasilitas yang mulai dirancang antara lain pembangunan akses jalan menuju kawasan masjid, area parkir yang memadai, ruang terbuka hijau, taman, hingga sarana pendukung lainnya yang akan mempercantik kawasan tersebut.
“Masjid ini berada di lokasi yang sangat strategis. Karena itu kita ingin menjadikannya sebagai kebanggaan masyarakat Kubu Raya sekaligus wajah daerah yang representatif,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah mengajukan surat resmi kepada pihak Angkasa Pura terkait dukungan pembangunan akses jalan menuju Masjid Agung Awaluddin. Kehadiran akses yang memadai dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan memudahkan mobilitas masyarakat.
Sujiwo optimistis, jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, Masjid Agung Awaluddin akan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Kubu Raya yang tidak hanya dikenal masyarakat Kalimantan Barat, tetapi juga para pengunjung yang datang melalui jalur udara.
Lebih dari itu, ia berharap masjid tersebut nantinya dapat dikelola secara profesional dan modern sehingga mampu berkembang menjadi pusat aktivitas umat yang produktif.
“Masjid bukan hanya tempat salat dan pengajian, tetapi juga harus menjadi pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan Masjid Agung Awaluddin harus mampu mengakomodasi berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi umat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Sujiwo juga mengungkapkan capaian positif pelaksanaan kurban Iduladha tahun ini. Jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu hanya terkumpul sekitar tujuh ekor sapi, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 23 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga bantuan Presiden Republik Indonesia.
“Kalau tahun lalu sekitar tujuh ekor sapi, tahun ini alhamdulillah bisa mencapai 23 ekor sapi dan 14 kambing. Ini hasil gotong royong teman-teman OPD, pemerintah daerah, bantuan provinsi, dan bantuan Presiden,” ungkapnya.
Seluruh hewan kurban tersebut telah didistribusikan kepada masjid, pondok pesantren, masyarakat yang membutuhkan, hingga ASN paruh waktu yang dinilai layak menerima bantuan daging kurban.
Selain membahas pembangunan masjid dan pelaksanaan kurban, Sujiwo turut menyoroti potensi besar sektor peternakan yang dimiliki Kabupaten Kubu Raya. Ia menyebut daerahnya merupakan salah satu sentra pengembangan ternak sapi, kambing, dan unggas di Kalimantan Barat yang perlu terus didorong pertumbuhannya.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan program pemberdayaan bagi para peternak agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Ini menjadi perhatian pemerintah daerah bagaimana peternak kita terus dibina, diberikan penyuluhan, bahkan dukungan agar sektor peternakan di Kubu Raya semakin maju,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Sujiwo berharap momentum Iduladha menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kubu Raya.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, Masjid Agung Awaluddin diharapkan tidak hanya berdiri megah sebagai rumah ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban umat dan simbol kemajuan baru Kabupaten Kubu Raya di masa mendatang.[SK]