Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

Editor: Admin author photo

Wahana Waterpark Ketapang.SUARAPONTIANAK/SK
Ketapang (Suara Pontianak) – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kabupaten Ketapang setelah seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia usai mengalami insiden saat bermain di Wahana Waterpark Ketapang, yang berlokasi di Jalan H Agus Salim, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (28/5/2026) sore.

Korban yang diketahui merupakan siswa kelas 1 sekolah dasar di Kecamatan Delta Pawan itu sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Namun, upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawanya tidak membuahkan hasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di lokasi wisata air.

Kasi Humas Polres Ketapang, IPTU M. Simatupang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Benar, korban merupakan siswa kelas 1 SD. Korban meninggal dunia setelah bermain di Wahana Waterpark Ketapang,” ujar Simatupang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah memberikan penanganan medis maksimal kepada korban.

“Korban sempat mendapat penanganan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti kronologi serta penyebab insiden yang menimpa korban.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan berbagai informasi dari lokasi kejadian sedang dikumpulkan untuk mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa tersebut terjadi.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, korban diduga mengalami insiden saat berada di area wahana permainan air. Namun pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut dan masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian,” ungkap Simatupang.

Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian dapat terungkap secara objektif.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian terkait pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di lokasi wisata air maupun kolam renang.

Menurut Simatupang, wahana permainan air memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi sehingga memerlukan pengawasan langsung dari orang tua atau pendamping untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Kurangnya pengawasan terhadap anak menjadi perhatian dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Karena itu, pihak kepolisian mengimbau para orang tua, keluarga, serta pendamping agar tidak lengah saat mengajak anak beraktivitas di area permainan air.

“Kami mengimbau agar anak-anak selalu berada dalam pengawasan saat bermain di wahana permainan, terutama di area air yang memiliki potensi risiko tinggi,” tegasnya.

Selain peran keluarga, pengelola tempat wisata juga diharapkan terus meningkatkan standar keselamatan, mulai dari pengawasan petugas, ketersediaan peralatan penyelamatan, hingga penerapan prosedur keamanan yang ketat di setiap wahana.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasional tempat rekreasi.

Masyarakat berharap hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti insiden tersebut sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pengelola wahana maupun para orang tua, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Di tengah duka yang dirasakan keluarga korban, kejadian ini sekaligus menjadi pesan penting bagi semua pihak bahwa pengawasan dan keselamatan anak harus selalu menjadi perhatian utama saat beraktivitas di lokasi wisata, khususnya wahana permainan air yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan area rekreasi lainnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play