Pontianak (Suara Pontianak) – Kelangkaan susu UHT full cream mulai dirasakan masyarakat Kota Pontianak dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pelaku usaha ritel membenarkan kondisi tersebut, yang dipicu meningkatnya permintaan pasar, khususnya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketersediaan Susu UHT full cream terbatas disejumlah supermarket di Pontianak pada Selasa (07/04/2026).SUARAPONTIANAK/SK
Susi, salah satu pegawai supermarket di Pontianak, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan terjadi cukup signifikan, sementara pasokan dari distributor belum mampu mengimbangi.
“Untuk susu full cream memang beberapa bulan terakhir permintaannya meningkat, tapi dari segi stok kita masih kurang karena distributor belum bisa memenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan permintaan ini berkaitan dengan kebutuhan program MBG yang tengah berjalan, sehingga berimbas pada berkurangnya suplai ke ritel.
“Dari informasi supplier, kendalanya ada di distribusi dan keterbatasan mesin produksi. Sejak ada MBG, permintaan meningkat, otomatis suplai ke supermarket juga berkurang,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah supermarket mulai menerapkan pembatasan pembelian susu UHT full cream ukuran 1 liter guna memastikan ketersediaan tetap merata bagi masyarakat.
“Kami tetap berusaha mengorder dalam jumlah maksimal, tapi tidak semua stok kami jual ke kebutuhan MBG. Kami batasi agar konsumen umum tetap kebagian,” jelas Susi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Ibrahim, membenarkan adanya keterbatasan stok di pasaran akibat lonjakan permintaan.
“Permintaan meningkat cukup signifikan, sementara distribusi dan produksi belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah pelaku usaha yang tetap berupaya membagi stok secara adil kepada masyarakat di tengah keterbatasan.
Meski demikian, Ibrahim mengimbau masyarakat untuk tidak panik, karena masih tersedia alternatif varian susu UHT lainnya di pasaran.
“Ketersediaan masih ada, meskipun terbatas dan tidak semua varian tersedia. Masyarakat bisa memilih varian lain seperti cokelat, vanila, atau stroberi,” pungkasnya.[SK]