Pontianak (Suara Pontianak) – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir membawa dampak positif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut turut membantu mengurangi potensi kebakaran serta kabut asap yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah.Kepala BPBD Kota Pontianak, Much Yamin saat diwawancara awak Media. SUARAPONTIANAK/SK
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menyatakan, hingga Kamis (1/10/2026), tidak lagi ditemukan titik api di tiga kecamatan yang sebelumnya menjadi wilayah rawan Karhutla, yakni Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Much Yamin, mengatakan turunnya hujan menjadi kabar baik bagi masyarakat karena turut membantu mengatasi Karhutla yang terjadi di Kota Pontianak.
“Yang pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT. Beberapa hari yang lalu Pontianak diguyur hujan. Itu adalah satu hal yang kita syukuri, doa kita bersama dari masyarakat Kota Pontianak untuk bersama-sama mengatasi Karhutla yang terjadi,” ujar Yamin.
Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan BPBD, saat ini tidak ditemukan lagi titik api di tiga kecamatan yang sebelumnya menjadi wilayah yang diwaspadai karena rentan terjadi Karhutla.
“Dan sampai saat ini, alhamdulillah data menunjukkan bahwa Kota Pontianak, dari tiga kecamatan yang kita waspadai rentan terjadinya Karhutla seperti Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, alhamdulillah sampai saat ini sudah tidak ada titik api lagi,” katanya.
Meski demikian, BPBD Kota Pontianak tidak menghentikan pemantauan. Patroli dan monitoring tetap dilakukan secara berkala, terutama di sejumlah lokasi yang sebelumnya telah dipetakan memiliki kerentanan terhadap Karhutla.
“Seperti kita tahu bersama, memang ada sekitar sepuluhan spot yang kita waspadai rentan terjadi Karhutla, tetapi dengan saat ini kita sudah lakukan monitoring secara berkala. Hampir setiap hari para relawan terus melakukan patroli untuk memastikan bahwa Karhutla itu tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Yamin menegaskan, turunnya hujan belum serta-merta membuat persoalan kabut asap berakhir. Menurutnya, kondisi asap masih menjadi perhatian sehingga hujan diharapkan terus turun untuk membantu memperbaiki kualitas udara di Kota Pontianak.
“Yang terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ke depan hujan terus turun sehingga kondisi kabut asap ini bisa segera berkurang. Karena walaupun Karhutla tidak terjadi, tapi asap masih ada,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi cuaca yang lebih baik dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal, termasuk kegiatan pendidikan dan perekonomian.
“Mudah-mudahan ke depan terus turun hujan sehingga masyarakat kita bisa kembali, anak-anak kita bisa bersekolah, bisa bekerja, pendidikan, ekonomi kembali tumbuh,” sambung Yamin.
Selain melakukan pemantauan, BPBD juga akan terus memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla. Evaluasi terhadap penanganan yang telah dilakukan menjadi bagian penting untuk menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang.
“Upaya pencegahan, mitigasi dari BPBD selanjutnya dalam masa Karhutla ini akan terus melakukan mitigasi dan sebagainya. Akan kita evaluasi supaya kejadian yang terjadi pada tahun ini, Karhutla lainnya tidak terus berulang,” katanya.
Yamin menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan hingga pemadam kebakaran.
“Kita bisa waspadai dan bisa kita mitigasi, sehingga penanganan Karhutla ini bisa terstruktur dan aman, melibatkan semua unsur yang ada, baik itu TNI, Polri, para relawan, Damkar, dan sebagainya,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penanganan Karhutla di Kota Pontianak.
“Masyarakat sekali lagi, atas nama BPBD Kota Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi. Mudah-mudahan Pontianak kembali cerah,” pungkasnya. [SK]