Penyambutan berlangsung di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan kerja tersebut mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari penganugerahan tanda kehormatan militer hingga pembahasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat.
Setibanya di Bandara Supadio, Sjafrie Sjamsoeddin bersama rombongan kemudian bertolak menuju Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, menggunakan helikopter Puma milik TNI Angkatan Udara.
Di Pelabuhan Internasional Kijing, rangkaian kegiatan dilanjutkan di atas geladak haluan atau fore deck kapal perang Japan Self-Defense Force (JSDF), JS Kunisaki.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI secara resmi menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, Satyalancana Dharma Samudera, kepada personel JSDF. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam bidang pertahanan dan kemaritiman.
Usai prosesi penganugerahan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral terbatas bersama pimpinan delegasi JSDF di ruang makan perwira atau wardroom JS Kunisaki.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang, khususnya dalam bidang kemaritiman.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Ruang VIP Baseops Lanud Supadio, Pontianak. Di lokasi tersebut, Menteri Pertahanan RI bersama jajaran terkait mengikuti jamuan makan siang yang dirangkaikan dengan sesi brainstorming.
Dalam sesi tersebut dibahas pemutakhiran data serta strategi komprehensif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Pembahasan Karhutla menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut mengingat kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kunjungan Menteri Pertahanan RI diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur TNI dalam menghadapi berbagai tantangan strategis di daerah.
Melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data yang lebih mutakhir, penanganan Karhutla di Kalimantan Barat diharapkan dapat dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait. [SK]