Debu yang beterbangan dinilai telah mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga, bahkan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut.
Mengetahui aksi tersebut, Bupati Kubu Raya Sujiwo langsung turun ke lokasi pada Rabu (2/9/2026). Ia menemui warga dan mendengarkan secara langsung berbagai keluhan terkait kondisi jalan yang disebut telah berlangsung selama beberapa bulan.
Sujiwo mengakui pekerjaan peningkatan Jalan Trans Kalimantan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional, bukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk merespons keluhan masyarakat yang terdampak.
“Setelah saya melihat persoalannya, wajar kalau rakyat itu marah, masyarakat itu marah,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, persoalan debu tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya dirasakan langsung oleh warga maupun pengguna jalan. Ia bahkan melihat sendiri kondisi lingkungan di sekitar lokasi yang menunjukkan dampak dari debu pekerjaan jalan.
Sejumlah tanaman milik warga yang seharusnya berwarna hijau terlihat berubah kecokelatan karena tertutup debu.
“Saya tadi baru masuk saja sudah melihat. Daun ubi warnanya coklat, daun mangga warnanya coklat, daun keladi warnanya coklat. Harusnya kan warna hijau, hijaunya hilang tertimpa oleh debu,” katanya.
Sujiwo juga menyoroti sistem penyiraman jalan yang dinilai belum berjalan optimal. Berdasarkan keluhan warga, penyiraman disebut tidak dilakukan secara rutin selama berbulan-bulan sehingga debu mudah beterbangan ketika kendaraan melintas.
“Saya hanya beberapa jam di sini sudah terasa batuk. Bagaimana mereka berbulan-bulan? Ini tidak boleh seperti itu,” tegasnya.
Untuk mengurangi dampak debu, Sujiwo meminta pelaksana pekerjaan segera melakukan penyiraman jalan mulai hari itu. Pembasahan diminta dilakukan secara maksimal hingga permukaan jalan cukup basah dan padat sehingga debu tidak kembali beterbangan.
“Mulai hari ini, Pak Deddy, pelaksana, minta tolong untuk dilakukan penyiraman sejauh ini, sampai basah, sampai padat supaya tidak ada debunya,” ujarnya.
Selain penyiraman, Sujiwo juga meminta pelaksana menindaklanjuti kesepakatan pengaspalan jalan yang sebelumnya telah dibuat dan ditandatangani.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional agar kesepakatan tersebut segera direalisasikan.
Di tengah aksi pemblokiran, Sujiwo bersama Kapolres Kubu Raya juga meminta warga membuka kembali akses Jalan Trans Kalimantan.
Menurutnya, ruas tersebut merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat dari berbagai daerah sehingga aksesnya tidak boleh terputus terlalu lama.
Sujiwo meminta masyarakat tetap menyampaikan aspirasi melalui dialog dan musyawarah agar persoalan dapat diselesaikan tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya.
“Saya bilang, Bapak, Ibu, masyarakat, tolong dibuka. Jangan menyandera seperti ini. Yang penting jalan ini dibuka. Tetapi mereka ini marah, wajar. Sangat wajar. Kalau saya pun pasti marah,” katanya.
Setelah dilakukan dialog dan musyawarah, warga akhirnya bersedia membuka kembali blokade. Arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan pun kembali normal.
Sujiwo mengapresiasi masyarakat Desa Pancaroba dan sekitarnya, perangkat dusun, RT, RW, camat, kepolisian serta seluruh pihak yang ikut menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Ia menegaskan akan mengawal langsung penyelesaian persoalan tersebut bersama Kapolres Kubu Raya. Bahkan, dirinya menyatakan akan memantau tindak lanjut kesepakatan dengan pelaksana pekerjaan setiap hari.
“Saya akan kawal bersama Pak Kapolres. Saya akan kawal secara serius dan saya akan pantau setiap hari berkaitan dengan kesepakatan itu,” tegasnya.
Sujiwo berharap pekerjaan pengaspalan dapat segera direalisasikan sehingga persoalan debu yang dikeluhkan warga tidak terus berlarut.
Sembari menunggu pengaspalan, ia meminta penyiraman atau pembasahan jalan dilakukan setiap hari untuk meminimalkan debu dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
“Memang tugas kita ini untuk rakyat, apalagi untuk kepentingan masyarakat Kalbar yang lewat di sini,” pungkasnya. [SK]