Pasis Seskoal Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Edukasi Warga Cegah Karhutla di Kubu Raya

Editor: Admin author photo

Paping Pasis Dikreg 66 Seskoal Seskoal, Kolonel Mar Widarta Kusuma saat saat berikan pengantar kegiatan penyuluhan Karhutla, Sabtu (5/9/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Kubu Raya (Suara Pontianak) – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Angkatan 66 Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal).

Menindaklanjuti arahan Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo, M.Tr.Opsla, para Pasis tidak hanya turun memberikan edukasi mengenai pencegahan karhutla, tetapi juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Kelompok 1 Pasis Dikreg 66 Seskoal yang bertugas di Kabupaten Kubu Raya melanjutkan aksi sosial tersebut dengan menyambangi Panti Asuhan Amal Jariyah, Kecamatan Rasau Jaya, Sabtu (5/9/2026).

Sebelumnya, bantuan sosial juga telah disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tugas Pasis dalam membantu penanganan karhutla sekaligus memperkuat kedekatan TNI AL dengan masyarakat.

Perwira Pendamping (Paping) Pasis Dikreg 66 Seskoal, Kolonel Marinir Widarta Kusuma, M.Tr.Opsla, mengatakan karhutla tidak hanya memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, menurutnya, kehadiran Pasis di tengah masyarakat diarahkan pada dua hal sekaligus, yakni membangun kesadaran untuk mencegah karhutla dan memberikan kepedulian kepada warga yang merasakan dampaknya.

“Kami mendorong agar karhutla dicegah sedini mungkin, maka kami lakukan penyuluhan agar kesadaran tumbuh. Tapi kami juga terpanggil untuk memberikan sentuhan bantuan sosial kepada warga terdampak,” ujarnya.

Bantuan yang berasal dari Danseskoal tersebut, lanjut Widarta, menjadi wujud nyata kepedulian TNI AL terhadap masyarakat.

“Bantuan dari Danseskoal ini adalah komitmen dan kedekatan TNI AL dengan masyarakat. Karena hadirnya TNI AL dituntut untuk dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya,” jelas Kolonel Widarta.

Kehadiran para Pasis di Panti Asuhan Amal Jariyah pun disambut antusias. Puluhan anak yatim menerima bantuan berupa sembako, sarung, dan selimut.

Bagi para penghuni panti, bantuan tersebut tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk perhatian di tengah situasi karhutla yang turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kubu Raya.

Selain menyerahkan bantuan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan mengenai pencegahan karhutla yang disampaikan Pasis Dikreg 66 Seskoal, Mayor Laut (P) Umar Dhani.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan langkah preventif dan tidak membuka maupun mengelola lahan dengan cara membakar.

“Bicara dampak yang ditimbulkan akibat karhutla bukan hanya kesehatan melainkan juga aktivitas ekonomi. Di sinilah kami mengajak warga untuk tidak mengelola lahan dengan cara membakar. Selain itu cara-cara antisipatif agar titik api tidak meluas,” ujar Umar Dhani.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari tingkat masyarakat. Deteksi dini terhadap kemunculan api menjadi sangat penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Mayor Umar Dhani menyebut patroli desa dan pelaporan cepat merupakan bagian dari langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah dan petugas dalam mengendalikan karhutla.

“Kesadaran dan kepedulian warga juga turut membantu pencegahan karhutla di antaranya deteksi dini, patroli dan lapor cepat. Maka mari kita tingkatkan kesadaran bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pelaksanaan operasi di lapangan dikoordinasikan Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Kolonel Laut (P) Memet Kurniawan, M.Tr.Opsla. Ia bertanggung jawab dalam koordinasi upaya pemadaman titik api sekaligus distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kehadiran Pasis Dikreg 66 Seskoal di Kubu Raya menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan pemadaman, tetapi juga pendekatan pencegahan dan kepedulian sosial.

Edukasi kepada masyarakat menjadi penting agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal, sementara bantuan sosial diharapkan mampu meringankan beban warga yang terdampak.

Melalui sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana dan masyarakat, upaya pengendalian karhutla di Kubu Raya diharapkan semakin kuat. Kesadaran masyarakat untuk mendeteksi, mencegah, dan melaporkan potensi kebakaran juga menjadi kunci agar bencana serupa tidak kembali meluas. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play