Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi karhutla di lapangan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. Ria Norsan juga ingin memastikan kebutuhan personel dan relawan yang berjibaku mengendalikan api dapat terpenuhi.
Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung operasional tim di lapangan. Bantuan tersebut berupa makanan dan minuman, vitamin, masker, serta perlengkapan pemadaman api.
Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, upaya pengendalian kebakaran membutuhkan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak, mulai dari Karang Taruna, Pramuka, TNI, Polri, Manggala Agni, PMI, masyarakat hingga unsur lainnya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja siang dan malam dalam upaya memadamkan api. Peran dan pengabdian saudara-saudara semua sangat penting dalam penanganan karhutla,” ujar Ria Norsan.
Ia menegaskan, kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat membutuhkan respons cepat, koordinasi yang kuat serta semangat gotong royong dari seluruh unsur.
Menurutnya, proses pemadaman harus terus dilakukan agar api segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya. Langkah tersebut juga penting untuk menekan dampak karhutla terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Saat berada di lokasi, Ria Norsan melihat langsung kondisi medan yang dihadapi petugas, termasuk jalur pemadaman serta berbagai kendala yang muncul selama proses pengendalian api.
Ia meminta seluruh pihak terus memperkuat dukungan kepada personel yang berada di garis depan penanganan karhutla. Dukungan tersebut tidak hanya berupa personel, tetapi juga pemenuhan kebutuhan logistik dan ketersediaan peralatan pemadaman, khususnya di titik-titik yang masih membutuhkan penanganan.
Selain melakukan pemadaman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga memberikan perhatian terhadap dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai bentuk perlindungan bagi warga, pemerintah membuka posko kesehatan dan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat Desa Limbung dan wilayah sekitarnya yang terdampak asap.
Ria Norsan menekankan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi prioritas dalam setiap upaya penanganan karhutla.
“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat dan para petugas di lapangan. Penanganan harus terus kita lakukan bersama, dan masyarakat juga kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan serta menghindari aktivitas yang berisiko terhadap keselamatan,” pesan Ria Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko karhutla. [SK]