Pontianak (Suara Pontianak) – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), keluarga besar Bank Kalbar menggelar sholat istisqa untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.Kabut Asap Melanda, Keluarga Besar Bank Kalbar Gelar Sholat Istisqa Bersama Anak Yatim. SUARAPONTIANAK/SK
Sholat istisqa tersebut digelar di Aula Kantor Pusat Bank Kalbar, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari kegiatan bimbingan kerohanian keluarga besar Bank Kalbar. Dalam kegiatan tersebut, Bank Kalbar juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim, piatu dan dhuafa serta Rumah Zakat Kalbar.
Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi mengatakan, kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan membuat potensi karhutla semakin tinggi. Kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Di tengah berbagai upaya penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah dan berbagai pihak, Bank Kalbar memilih turut mengambil bagian melalui ikhtiar spiritual dengan melaksanakan sholat istisqa.
“Seluruh upaya pemadaman karhutla sudah dilaksanakan, hari ini kita bersama-sama memanjatkan doa, melaksanakan salat istisqa agar Allah turunkan hujan yang berkah untuk bumi Kalimantan,” ujar Rokidi.
Rokidi berharap doa anak-anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.
“Anak-anak yang jumlahnya 50, doakan kami, karena kami sangat yakin doa dari anak-anak yatim akan mudah dan diijabah oleh Allah SWT,” katanya.
Menurut Rokidi, pelaksanaan sholat istisqa tidak hanya menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar Bank Kalbar untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia mengatakan, keberkahan yang diberikan Allah SWT merupakan sesuatu yang patut disyukuri sekaligus dijaga melalui perbuatan dan kepedulian terhadap sesama.
Rokidi menjelaskan, sholat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal kebaikan, bertaubat dan bersedekah.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Ustadz, hari ini kita melaksanakan salat istisqa. Sunnahnya adalah berpuasa tiga hari sebelum melaksanakan salat, bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh serta bersedekah menyantuni anak yatim, piatu, dhuafa,” jelasnya.
Ia berharap hujan segera turun sehingga dampak kemarau dan karhutla di Kalimantan dapat berangsur berkurang. Turunnya hujan juga diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara dan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang berkah sehingga Kalimantan bisa kembali pulih, udara bersih dan kita bisa menghirup udara segar lagi,” harap Rokidi.
Selain kegiatan keagamaan, Bank Kalbar juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada 50 anak yatim, piatu dan dhuafa serta Rumah Zakat Kalbar.
Santunan tersebut menjadi wujud kepedulian keluarga besar Bank Kalbar terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan dan keluarga besar Bank Kalbar, di antaranya Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi, Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah Yuse Chaidi Amzar, serta Direktur Kepatuhan R.S.M. Al Amin B.A.
Rokidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan karyawan Bank Kalbar yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kepedulian yang diberikan kepada anak yatim, piatu dan dhuafa dapat membawa keberkahan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau dan karhutla.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Bank Kalbar yang telah bersama-sama hadir, berbagi kepedulian dan memanjatkan doa pada hari ini. Semoga doa anak-anak yatim, piatu dan dhuafa serta doa kita semua diijabah oleh Allah SWT. Semoga Allah menurunkan hujan yang membawa keberkahan, mengakhiri kekeringan, dan memulihkan bumi Kalimantan,” pungkasnya. [SK]