16 Tim Kreatif Berebut Jadi Perancang Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak

Editor: Admin author photo

16 Tim Bersaing Merancang Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Sebanyak 16 tim kreatif bersiap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam merancang logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Mereka terpilih setelah melewati proses seleksi dari 29 tim yang mendaftarkan diri dalam ajang perancangan identitas visual tersebut.

Para peserta mengikuti Workshop Perancangan Logo yang digelar di Hotel Star Pontianak, Rabu (26/8/2026). Selama proses kreatif, mereka akan mendapatkan pendampingan dari mentor untuk menggali ide dan menghasilkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter Kota Pontianak.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada kreator lokal dalam menentukan identitas visual hari jadi kotanya sendiri.

“Tahun ini kita coba agar kegiatan ini benar-benar bisa di-branding oleh orang Kota Pontianak,” ujar Rizal.

Menurutnya, keberpihakan terhadap kreator lokal menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Salah satu ketentuannya, ketua tim peserta harus memiliki KTP Kota Pontianak.

Ketentuan tersebut diharapkan membuat karya yang dihasilkan memiliki kedekatan lebih kuat dengan identitas, karakter, serta semangat masyarakat Kota Pontianak.

“Karena kalau kita buka di ruang publik yang luas, kita tidak bisa mengatur yang datang dari kabupaten lain atau provinsi lain. Maka tahun ini kita coba dorong agar ini menjadi kebanggaan orang Kota Pontianak,” katanya.

Rizal menegaskan, perancangan logo tidak sekadar berbicara mengenai kemampuan teknis dalam membuat desain. Peserta juga dituntut mampu mengolah gagasan dan kreativitas menjadi sebuah karya yang memiliki nilai estetika sekaligus pesan yang kuat.

“Logo bukan sekadar gambar atau simbol. Logo merupakan identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, nilai-nilai, serta semangat suatu daerah,” jelasnya.

Ia menilai logo hari jadi memiliki peran penting dalam membangun ingatan publik terhadap sebuah kota. Identitas visual yang kuat, menurutnya, dapat terus digunakan dan melekat dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Rizal mencontohkan tagline Hari Jadi Pontianak ke-254, “Pontianak Bersahabat”, yang hingga kini masih melekat dan digunakan dalam berbagai kegiatan serta media publikasi.

“Pontianak Bersahabat itu masih melekat. Bahkan bahasa tubuh bersalaman sampai menjadi hampir di setiap pertemuan,” ujarnya.

Karena itu, Rizal meminta para peserta tidak hanya mengandalkan kreativitas visual, tetapi juga menggali berbagai potensi dan identitas yang dimiliki Kota Pontianak. Seluruh gagasan tersebut kemudian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi konsep desain yang komunikatif, efektif, dan relevan dengan kondisi kekinian.

“Gali potensi dan identitas kota, lalu terjemahkan dalam konsep desain yang komunikatif, efektif, dan sesuai dengan keadaan sekarang,” katanya.

Dari 16 tim yang mengikuti workshop, nantinya akan dipilih lima karya terbaik untuk melaju sebagai finalis. Selanjutnya, satu tim akan ditetapkan sebagai pemenang utama perancangan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak.

Sementara itu, empat finalis lainnya tetap akan mendapatkan apresiasi. Rizal menilai seluruh proses yang dilalui peserta memiliki nilai penting dalam pembinaan kreator sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pontianak.

Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Selain mendapatkan arahan dari mentor, peserta dapat berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperluas wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah karya desain.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada narasumber, berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain,” pesannya.

Rizal mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Disporapar melalui bidang ekonomi kreatif untuk membangun pola baru dalam proses perancangan logo hari jadi Kota Pontianak.

Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif, pola workshop dan kurasi karya seperti ini berpeluang diterapkan kembali pada tahun-tahun berikutnya.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya desain yang berdaya dan mampu merepresentasikan semangat Kota Pontianak,” pungkasnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play