Pontianak (Suara Pontianak) – Pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu lonjakan tingkat hunian hotel. Banyak warga memilih menginap di hotel demi mendapatkan pasokan listrik yang tetap tersedia, terutama di tengah cuaca panas yang menyengat.Ilustrasi Novotel Pontianak..SUARAPONTIANAK/SK
Meningkatnya permintaan kamar membuat sejumlah hotel mengalami okupansi yang jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. Tingginya permintaan tersebut juga berdampak pada kenaikan tarif kamar di beberapa hotel, bahkan untuk tipe kamar tertentu dilaporkan mencapai jutaan rupiah per malam.
Salah seorang warga Pontianak Kota, Winda, mengaku kesulitan mendapatkan kamar hotel karena sebagian besar sudah terisi penuh. Kalaupun masih tersedia, harga yang ditawarkan jauh lebih mahal dibandingkan tarif normal.
"Sejak tadi saya coba booking hotel, tapi memang banyak yang sudah penuh. Kalau pun masih ada kamar kosong, harganya naik dari biasanya, bahkan ada yang sampai jutaan rupiah per malam," ujarnya.
Winda menuturkan, keputusannya mencari hotel bukan sekadar untuk mencari kenyamanan. Saat ini dirinya tengah mengandung delapan bulan dan khawatir kondisi kesehatannya terganggu apabila harus bertahan di rumah tanpa aliran listrik.
Menurutnya, suhu udara yang panas ditambah tidak berfungsinya kipas angin maupun pendingin ruangan akibat pemadaman listrik membuat dirinya kerap mengalami sesak napas.
"Kalau cuaca panas dan listrik mati seperti ini saya sering sesak napas. Makanya saya ingin menginap di hotel saja, apalagi sekarang kondisi saya sedang hamil delapan bulan," katanya.
Ia mengaku semakin cemas apabila pemadaman berlangsung dalam waktu yang lama karena dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.
Winda berharap pasokan listrik di Kota Pontianak segera kembali normal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan. Menurutnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha dan sektor ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
"Semoga listrik segera normal kembali. Kasihan masyarakat, karena dampaknya bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki kondisi khusus seperti ibu hamil, lansia, maupun anak-anak," harapnya.
Fenomena meningkatnya okupansi hotel selama pemadaman listrik menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat. Di tengah tingginya suhu udara di Kota Pontianak, listrik telah menjadi kebutuhan vital, tidak hanya untuk menunjang aktivitas, tetapi juga menjaga kesehatan dan kenyamanan warga.
Sejumlah pelaku perhotelan pun merasakan dampak positif dari meningkatnya permintaan kamar. Namun di sisi lain, kondisi tersebut mencerminkan besarnya tekanan yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik berkepanjangan. Warga berharap gangguan pasokan listrik dapat segera diatasi agar kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.[SK]