Harisson Ajak Masyarakat Budayakan Peduli Lingkungan Melalui Gerakan Indonesia ASRI

Editor: Admin author photo

Sekda Kalbar Harisson saat menghadiri pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (10/7/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Barat, Suherman, menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026. Pelaksanaannya juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 6.11/889/SD tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI serta surat Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri tertanggal 26 Juni 2026.

“Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah melalui aksi kolektif yang berkelanjutan,” ujar Suherman.

Menurutnya, gerakan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Kalimantan Barat meliputi kerja bakti massal yang melibatkan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat, penanaman 50 pohon, pasar murah dengan 1.000 paket sembako, penyaluran perlengkapan sekolah kepada 75 anak, serta aksi donor darah dengan target 100 pendonor.

Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa pembangunan dan modernisasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah, polusi, hingga menurunnya kualitas kebersihan dan keindahan lingkungan menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama.

“Untuk menjawab tantangan itulah pemerintah mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini merupakan upaya strategis nasional untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman di seluruh wilayah Indonesia,” kata Harisson.

Ia menilai empat pilar dalam Gerakan Indonesia ASRI memiliki keterkaitan yang erat. Lingkungan yang bersih dan indah akan menciptakan kondisi yang sehat dan aman, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Harisson juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah, BUMD, dunia usaha, hingga masyarakat. Ucapan terima kasih secara khusus diberikan kepada Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

“Semoga langkah yang kita mulai hari ini memberikan dampak yang luas bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, aman, nyaman, sehat, dan tertib di Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengikuti pencanangan Gerakan Indonesia ASRI secara virtual yang dipusatkan di Kota Malang oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.

Sebagai implementasi gerakan tersebut, Pemprov Kalbar menggelar berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, di antaranya penanaman pohon di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, aksi bersih-bersih lingkungan, pasar murah dengan menyediakan 1.000 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan telur, pembagian 75 paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu, serta kegiatan donor darah.

Harisson berharap Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya masyarakat yang diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Kita mengharapkan ke depan, dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat, kegiatan kerja bakti dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga Kota Pontianak maupun seluruh wilayah Kalimantan Barat benar-benar menjadi daerah yang aman, sehat, resik, dan indah,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastary, para staf ahli gubernur, para asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang mendukung gerakan peduli lingkungan. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play