Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Kehadiran Ayah Warnai MPLS dan Perkuat Dukungan untuk Anak

Editor: Admin author photo

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyapa siswa-siswi SD yang baru masuk sekolah di hari pertama. SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen istimewa bagi ribuan peserta didik baru di Kota Pontianak. Tidak hanya bagi anak-anak yang memulai perjalanan pendidikan di lingkungan baru, tetapi juga bagi para orang tua yang turut hadir mendampingi, khususnya para ayah yang menyempatkan waktu mengantar anak ke sekolah.

Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di sejumlah sekolah saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kehadiran para ayah menjadi pemandangan yang cukup menonjol, menunjukkan dukungan dan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak sejak hari pertama.

Salah satunya dirasakan Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Meski sehari-hari bekerja sebagai sopir dengan jadwal yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah.

“Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan,” ujarnya.

Menurut Indra, putranya menunjukkan semangat luar biasa menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak tidak sabar memasuki lingkungan belajar yang baru.

“Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah,” katanya.

Hal serupa dilakukan Efprizan yang mengantar putranya, Abi, yang kini mulai menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Pontianak. Bersama istrinya, mereka berbagi tugas mengantar anak-anak yang sama-sama memulai jenjang pendidikan baru.

“Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah,” tuturnya.

Bagi Efprizan, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah menjadi pengingat penting bahwa peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak. Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel.

“Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kehadiran ayah dan orang tua pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari pengasuhan yang berdampak positif terhadap perkembangan anak. Pemerintah Kota Pontianak pun mendorong para orang tua, khususnya ayah, untuk hadir dan mendampingi anak-anak mereka, terutama peserta didik baru tingkat SD dan SMP.

“Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan,” ujarnya.

Menurut Edi, kehadiran orang tua di sekolah memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga suasana belajar yang akan dijalani setiap hari.

“Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa,” katanya.

Ia berharap momentum tersebut dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan anak. Dengan kolaborasi yang baik, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari lingkungan keluarga.

“Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Edi menyebut tingkat partisipasi orang tua pada hari pertama sekolah sangat tinggi. Hampir seluruh peserta didik baru datang bersama orang tua mereka.

“Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 05 Pontianak Kota, Titi Falah, mengapresiasi respons positif para orang tua terhadap ajakan sekolah untuk mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah. Sejak pagi, lingkungan sekolah dipadati orang tua yang mengantar anak-anak mereka, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum berangkat bekerja.

“Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar,” ujarnya.

Titi menjelaskan, kegiatan MPLS di SDN 05 Pontianak berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan.

“MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat,” tutupnya.

Kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama sekolah menjadi gambaran kuatnya dukungan keluarga terhadap pendidikan anak. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik baru, momen tersebut juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang erat antara keluarga dan sekolah demi menciptakan generasi yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play