Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Sugeng Hariadi menegaskan bahwa edukasi HIV/AIDS perlu terus digencarkan, khususnya kepada Generasi Z, agar mereka memiliki pengetahuan yang memadai untuk melindungi diri sekaligus berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Edukasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS penting dilakukan untuk Generasi Z. Paling tidak mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk mencegahnya. Melalui sosialisasi HIV/AIDS kepada mahasiswa di lingkungan FTIK IAIN Pontianak ini, kami berharap sinergi seperti ini dapat terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Menurut Sugeng, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial. Karena itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai program kesehatan dan kemasyarakatan sangat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.
“Kami ingin keterlibatan aktif mahasiswa FTIK IAIN Pontianak dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan dalam perspektif mahasiswa perguruan tinggi agama Islam. Disporapar Kalbar mendukung penuh program yang dijalankan Duta HIV/AIDS untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Founder Ikatan Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat, Abdullah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Barat.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting sebagai agen edukasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS, pentingnya menjaga kesehatan, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan kesehatan dan sosial di Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan wadah strategis bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun untuk berkontribusi sebagai agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pencegahan HIV dan AIDS serta penguatan perilaku hidup sehat di kalangan generasi muda,” jelas Abdullah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai penyebab HIV/AIDS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa untuk menjadi pelopor penyebaran informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Selain meningkatkan literasi kesehatan, sosialisasi ini juga menjadi sarana memperkuat kepedulian generasi muda terhadap berbagai isu kesehatan masyarakat yang berkembang di daerah.
Kolaborasi antara Ikatan Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat dan FTIK IAIN Pontianak tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara organisasi kepemudaan dan institusi pendidikan dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang positif dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Barat. [SK]
