Sarawak Bidik Pontianak Jadi Mitra Strategis Ekonomi Borneo, Ajak Kalbar Berpartisipasi di BIHAS 2026

Editor: Admin author photo

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima cenderamata dari Sarawak.SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Pemerintah Negeri Sarawak menempatkan Kota Pontianak sebagai salah satu mitra strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi kawasan Borneo. Kedekatan geografis, hubungan historis, serta potensi perdagangan yang dimiliki Kalimantan Barat dinilai menjadi modal besar untuk membangun kolaborasi lintas batas yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Malaysia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi delegasi Pemerintah Negeri Sarawak dengan Pemerintah Kota Pontianak terkait penyelenggaraan Borneo International Halal Showcase Conference and Exhibition (BIHAS) 2026 di Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (25/6/2026).

Delegasi Sarawak dipimpin langsung oleh Timbalan Menteri di Jabatan Premier Sarawak, Datuk Haji Abdul Rahman Haji Junaidi, yang secara resmi mengundang Pemerintah Kota Pontianak, pelaku usaha, investor, serta UMKM di Kalimantan Barat untuk ambil bagian dalam BIHAS 2026 yang akan berlangsung di Kuching, Sarawak, pada 21–23 Juli 2026.

Menurut Abdul Rahman, Pontianak bukan hanya ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi pusat perdagangan dan jasa yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

"Pontianak merupakan nadi perdagangan dan ekonomi Kalimantan Barat, serta pintu penting kepada aktivitas perdagangan dan perkhidmatan di wilayah ini," ujarnya.

Ia menambahkan, Sarawak memandang Pontianak sebagai mitra utama dalam memperkuat perdagangan lintas batas, investasi, industri halal, pariwisata, serta berbagai sektor ekonomi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Abdul Rahman menjelaskan, kunjungan ke Pontianak merupakan bagian dari rangkaian promosi BIHAS 2026 yang sebelumnya telah dilaksanakan di Brunei Darussalam, Sabah, dan Jakarta.

"Pontianak ini destinasi kami yang keempat. Selama lima hari kami bergerak, dari Brunei, Sabah, Jakarta, dan hari ini Alhamdulillah berada di Pontianak, Kalimantan Barat," katanya.

Ia menerangkan, BIHAS 2026 menjadi penyelenggaraan pertama yang melibatkan empat wilayah utama di Pulau Borneo, yakni Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, dan Indonesia yang diwakili Kalimantan.

Ajang tersebut dirancang sebagai platform internasional yang mempertemukan pelaku industri halal, investor, pembeli global, pemerintah, akademisi, serta lembaga pengembangan ekonomi dari kawasan ASEAN hingga pasar internasional.

Selain pameran produk halal, BIHAS 2026 akan menghadirkan berbagai agenda strategis seperti business matching, forum bisnis internasional, konferensi, sesi investasi, pengembangan kewirausahaan, business networking, hingga pembukaan akses pasar ekspor bagi pelaku usaha.

"Kami di Sarawak mengharapkan BIHAS ini menjadi platform untuk memperkukuh jaringan perniagaan, menarik pelaburan, dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas, terutama di Kepulauan Borneo," ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian BIHAS 2026, Pemerintah Negeri Sarawak juga akan menyelenggarakan Sarawak–Kalimantan Barat Economic Roundtable Session.

Forum tersebut akan mempertemukan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, lembaga pembangunan ekonomi, asosiasi bisnis, hingga pelaku industri dari Sarawak dan Kalimantan Barat.

Berbagai sektor strategis akan menjadi fokus pembahasan, mulai dari perdagangan lintas batas, investasi, industri halal, agroindustri, ketahanan pangan, logistik, konektivitas, pariwisata, ekonomi digital, inovasi, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Roundtable ini akan menjadi platform strategik untuk membincangkan peluang kerja sama yang boleh diterjemahkan kepada tindakan dan hasil yang nyata," jelas Abdul Rahman.

Ia optimistis forum tersebut akan menghasilkan berbagai kesepakatan yang mampu memperkuat hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru bagi kedua wilayah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan Pemerintah Kota Pontianak menyambut baik undangan Pemerintah Negeri Sarawak dan siap mengambil bagian dalam BIHAS 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan kerja sama lintas batas yang selama ini telah terjalin antara Pontianak, Kalimantan Barat, dan Sarawak.

"Pada prinsipnya, Pemerintah Kota Pontianak sangat mendukung dan ingin berpartisipasi," tegas Edi.

Ia menilai kedekatan geografis antara Pontianak dan Kuching, ditambah akses transportasi darat maupun udara yang semakin baik, menjadi modal besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua wilayah.

Keberadaan sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Barat juga dinilai membuka peluang yang semakin besar bagi peningkatan arus perdagangan, investasi, dan mobilitas pelaku usaha.

Edi berharap BIHAS 2026 mampu menjadi wadah bagi pelaku UMKM, koperasi, serta industri halal di Pontianak dan Kalimantan Barat untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional maupun internasional.

"Kita mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini untuk suksesnya BIHAS 2026," pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Sarawak dan Kalimantan Barat, kedua wilayah optimistis dapat membangun Borneo sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang ditopang oleh perdagangan lintas batas, investasi, industri halal, serta kemitraan strategis yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play