Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama mitra pendidikan dari Yongzhou Polytechnic Institute, Tiongkok. Program ini merupakan hasil kolaborasi yang diinisiasi Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, sebagai upaya membuka peluang lebih luas bagi pelajar Kalimantan Barat untuk menempuh pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa peluncuran dua program tersebut menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus peningkatan mutu SDM di Kalimantan Barat.
"Agenda hari ini menandai dimulainya dua program strategis yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi muda Kalimantan Barat," ujar Norsan.
Ia mengapresiasi inisiatif Rifqinizamy Karsayuda yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Pontianak. Menurutnya, kepedulian seorang alumni terhadap dunia pendidikan menjadi contoh nyata bagaimana kontribusi individu dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah.
Program yang diluncurkan mencakup kerja sama beasiswa internasional dengan Yongzhou Polytechnic Institute serta Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA yang diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta didik, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Lebih dari sekadar memberikan kesempatan belajar di luar negeri, Norsan menilai kerja sama tersebut menjadi bagian dari diplomasi pendidikan yang memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi SDM.
Ia pun berpesan kepada para calon penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah nama baik daerah dan bangsa, serta pulanglah membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih maju," pesannya.
Gubernur juga berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional terus diperluas agar semakin banyak generasi muda Kalbar yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas di tingkat global.
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan rasa bangganya dapat kembali ke almamater yang telah membentuk perjalanan akademiknya. Ia menilai SMA Negeri 1 Pontianak tetap menjadi salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Barat berkat dedikasi para guru dalam mencetak lulusan yang berprestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Rifqinizamy mengumumkan penyediaan 10 beasiswa penuh bagi siswa-siswi berprestasi Kalimantan Barat untuk melanjutkan pendidikan di Yongzhou Polytechnic Institute, Tiongkok.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan internasional, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, kedisiplinan, dan keterampilan yang dibutuhkan industri global.
Menariknya, para penerima beasiswa juga akan memperoleh akses peluang kerja melalui kemitraan dengan Cons Group, perusahaan multinasional yang memiliki jaringan bisnis di 15 negara.
"Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa, tetapi juga memperluas wawasan global mereka. Kami berharap para penerima beasiswa dapat menyerap nilai-nilai profesionalisme dan kembali untuk membangun Kalimantan Barat," kata Rifqinizamy.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri internasional sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., turut memberikan apresiasi terhadap lahirnya program beasiswa internasional tersebut.
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
"Program ini merupakan wujud nyata pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus implementasi amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan berkualitas," ujarnya.
Abdul Mu'ti juga mengapresiasi kontribusi sektor swasta, termasuk PT Cons Semen Indonesia, yang menyediakan 1.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan SDM nasional.
Selain memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen juga terus memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kompetensi guru, terutama di bidang Artificial Intelligence (AI), coding, deep learning, hingga layanan bimbingan dan konseling.
Rektor Yongzhou Polytechnic Institute, Ni Yong Hong, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
Ia menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung program pertukaran dosen, instruktur, serta pengembangan teknologi terapan guna memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.
"Kolaborasi ini juga menjadi jembatan pertukaran budaya dan bahasa yang akan memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara serta mendukung kerja sama akademik yang berkelanjutan," ungkapnya.
Ni Yong Hong optimistis penandatanganan MoU ini akan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai program lanjutan, seperti double degree, riset terapan, hingga pengembangan pendidikan vokasi yang memberikan manfaat nyata bagi Kalimantan Barat maupun Yongzhou.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus membuka akses pendidikan global bagi generasi muda. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang memiliki kompetensi internasional, berdaya saing tinggi, serta siap kembali mengabdikan ilmu dan pengalamannya untuk mempercepat pembangunan Kalimantan Barat.[SK]