Pontianak (Suara Pontianak) – Kabar membanggakan datang bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat. Sebanyak 10 pelajar berprestasi mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di China melalui Program Beasiswa Pendidikan Internasional yang memberikan pembiayaan penuh sekaligus peluang bekerja setelah lulus.10 peserta LCC 4 Pilar MPR RI SMAN 1 Pontianak mendapatkan beasiswa kuliah di China dan ikatan kerja pasca studi.SUARAPONTIANAK/SK
Program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute China, dan Anhui Conch Group di SMAN 1 Pontianak.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan internasional, dan dunia industri. Selain membuka akses pendidikan bertaraf global, program tersebut juga memberikan kepastian karier bagi para penerima beasiswa.
Dalam sambutannya, Rifqinizamy yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak menjelaskan bahwa penerima beasiswa merupakan 10 peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, pada awalnya program beasiswa hanya diperuntukkan bagi satu peserta, yakni Josepha Alexandra. Namun setelah melihat semangat, prestasi, dan potensi para peserta lainnya, ia memutuskan memperluas jumlah penerima menjadi 10 orang.
"Awalnya beasiswa ini hanya diberikan kepada satu orang yaitu Josepha Alexandra. Namun setelah kami pertimbangkan, akhirnya kami memutuskan memberikan beasiswa kepada 10 peserta lomba LCC Empat Pilar MPR RI," ujarnya.
Rifqinizamy menjelaskan bahwa setiap penerima akan memperoleh dua bentuk fasilitas sekaligus. Pertama, beasiswa pendidikan penuh yang mencakup biaya kuliah hingga biaya hidup selama menjalani studi di China. Kedua, beasiswa ikatan kerja yang memberikan kesempatan berkarier di perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
"Nanti di sana mereka akan mendapat dua beasiswa. Pertama, beasiswa studi, mereka akan mendapatkan pembiayaan penuh termasuk biaya hidup selama belajar di China. Kedua, mereka juga mendapatkan beasiswa ikatan kerja dari perusahaan China yang beroperasi di Indonesia," jelasnya.
Menurut Rifqinizamy, skema tersebut dirancang agar para pelajar tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas internasional, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri sehingga mampu bersaing di tingkat global.
Ia menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar pemberian beasiswa, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul, produktif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi maupun persaingan ekonomi global.
Lebih lanjut, Rifqinizamy menyatakan program tersebut akan terus dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah menengah atas di berbagai kabupaten dan kota.
"Seperti yang kita tahu, pendidikan menengah atas menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan gubernur agar program beasiswa seperti ini juga dapat diberikan kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat," katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri internasional dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada kualitas manusia. Oleh karena itu, akses pendidikan internasional harus terus diperluas agar semakin banyak putra-putri Kalimantan Barat memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan membawa pengalaman global untuk kemajuan Indonesia.
"Mudah-mudahan program ini benar-benar bermanfaat. Saya berharap ini menjadi awal pembuka kerja sama yang lebih luas antara pemerintah dan berbagai pihak dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global," harapnya.
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak pelajar Kalimantan Barat mampu meraih pendidikan berkualitas di tingkat internasional tanpa terkendala biaya. Kehadiran beasiswa yang disertai jaminan kesempatan kerja juga menjadi model pengembangan SDM yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, sehingga mampu mendukung peningkatan daya saing Indonesia di masa depan.[SK]