Wagub Kalbar Dorong Barisan Pemuda Melayu Jadi Motor Persatuan dan Pembangunan Daerah

Editor: Admin author photo

Wagub Kalbar Krisantus menghadiri sekaligus menyaksikan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Melayu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang digelar di Aula Sekolah Terpadu Pontianak, Minggu (17/5/2026).SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak Barisan Pemuda Melayu (BPM) untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengambil peran strategis dalam menjaga persatuan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah di Kalimantan Barat.

Ajakan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BPM kabupaten/kota se-Kalimantan Barat di Aula Sekolah Terpadu Pontianak, Minggu (17/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Ketua Umum DPP BPM, Gusti Edy, secara resmi melantik empat kepengurusan DPD BPM, yakni Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang. Pelantikan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan serta Bendera Pataka kepada masing-masing ketua DPD terpilih.

Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, jajaran pengurus BPM Kalbar, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya.

“Kita hidup dalam keberagaman yang diciptakan Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa memilih lahir dari suku apa. Karena itu, jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah,” tegasnya.

Ia menilai generasi muda Melayu memiliki peran penting sebagai perekat persaudaraan sekaligus penjaga kondusivitas daerah demi terciptanya stabilitas sosial yang kuat.

“Kita harus menjadi lem perekat masyarakat. Pemerintah harus menjadi payung bagi semua golongan. Melayu, Dayak, Tionghoa, Madura, dan seluruh suku lainnya harus hidup berdampingan dengan damai, karena Kalbar kuat karena keberagamannya,” ujarnya.

Menurut Krisantus, keberagaman masyarakat Kalimantan Barat ibarat sebuah bangunan kokoh yang tersusun dari berbagai unsur berbeda namun saling melengkapi dan menguatkan.

“Gedung ini berdiri karena ada batu, kayu, paku, semen, dan cat yang menyatu menjadi satu kekuatan. Begitu juga Kalbar, perbedaan bukan untuk menjadi pemisah, tetapi kekuatan untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Ia juga meminta BPM menjadi garda terdepan dalam menjaga harmonisasi sosial sekaligus melahirkan generasi muda yang berdaya saing dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Kalbar.

“Saya ingin pemuda Melayu menjadi pemeran utama dalam pembangunan Kalbar, bukan hanya menjadi penonton. Potensi sumber daya alam kita sangat luar biasa dan harus bisa dinikmati masyarakat Kalbar sendiri,” katanya.

Krisantus menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat serta didukung pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Kita tidak ingin masyarakat miskin di tengah kekayaan alam yang melimpah. Karena itu pemerintah provinsi terus menyiapkan regulasi dan infrastruktur agar hasil bumi Kalbar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap pengoperasian penuh Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional yang diyakini mampu meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat perekonomian Kalimantan Barat.

“Ke depan kita ingin hasil bumi Kalbar diekspor melalui pelabuhan milik sendiri sehingga manfaat ekonominya kembali untuk masyarakat Kalbar,” tuturnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk pembangunan jalan tol guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur karena Kalbar memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan infrastruktur yang baik, pengelolaan sumber daya alam akan lebih maksimal dan ekonomi masyarakat akan tumbuh,” pungkasnya.

Krisantus juga mengingatkan seluruh pengurus BPM yang baru dilantik agar menjaga soliditas organisasi serta aktif melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah.

“Organisasi akan kuat apabila pengurusnya disiplin dan solid. Jangan hanya nama tercantum di SK, tetapi harus benar-benar bekerja untuk masyarakat dan membesarkan organisasi,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP BPM, Gusti Edy, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap keberadaan Barisan Pemuda Melayu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Bapak Wakil Gubernur, yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada Barisan Pemuda Melayu,” ujarnya.

Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah dan desa.

“Kami ingin Barisan Pemuda Melayu hadir sampai ke daerah-daerah, bahkan hingga tingkat desa. Organisasi ini harus menjadi wadah pemersatu masyarakat Melayu dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia menegaskan kekuatan organisasi terletak pada disiplin, konsolidasi, dan kerja nyata seluruh pengurus di tengah masyarakat.

“Kalau organisasi ingin besar, maka pengurusnya harus aktif bekerja dan turun langsung ke masyarakat. Konsolidasi harus terus dilakukan agar BPM benar-benar menjadi organisasi yang kuat dan dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Gusti Edy berharap BPM dapat terus menjaga nilai-nilai budaya Melayu sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

“Kehadiran BPM bukan untuk memecah belah, tetapi menjadi perekat persatuan dan menjaga nilai-nilai budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tutupnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play