Di tengah Pandemi Mak-mak Berburu Kerang Bambu di Pantai Kuari Desa Pulau Kumbang

Editor: Editor : Suhendra Yusri author photo

 

Yuli Astuti (kerudung biru) warga Desa Pulau Kumbang saat menghitung Kerang Bambu atau Canggai ia bersama teman nya sejak pagi mencari Kerang Bambu di Pantai Kuari yang berada di Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Senin (31/5/2021) yang lalu.
 

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Di tengah Pandemi  Covid-19 seperti saat ini puluhan warga di Desa Pulau Kumbang Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, berburu Kerang Bambu atau lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Canggai atau Pepahat, Jumat (4/5/2021). 


Kerang Bambu atau Canggai tersebut banyak digemari warga Kayong Utara untuk menu santapan, ketika dimasak dicampur dengan daun serai ditambah dengan bumbu penyedap rasanya betul-betul memanjakan lidah.
 

Yuli Astuti Salah satu warga Desa Pulau Kumbang ia mengaku saat ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga sangat sulit. namun tidak membuat dirinya dan keluarga untuk mengeluh ia tetap berusaha untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.
 

Astuti dan beberapa warga sekitar saat ini memanfaatkan air laut yang kering untuk mencari Kerang Bambu atau lebih akrab disapa warga sekitar yaitu Canggai.
 

"Biasanya kita dapat dalam satu hari dari pagi hingga siang bekisaran sekitar 1000 ekor,"ujar Yuli Astuti kepada suarakalbar.co.id Senin (31/5/2021) lalu saat ditemui usai mencari kerang bambu di Pantai Kuari Pulau Kumbang.
 

Selain itu Astuti juga menerangkan selain untuk dimakan sendiri dan keluarga selebihnya kerang bambu untuk dijual ke warga yang ingin membelinya.
 

"Dalam satu bungkusan plastik sebanyak 100 ekor Kerang Bambu saya jual seharga 20 ribu rupiah, sebab untuk kebutuhan sendiri sudah cukup selebihnya kita jual," ujarnya.

Di waktu yang sama warga setempat Edi (48) mengatakan hal yang sama ketika musim air laut kering di pesisir pantai kuari Desa Pulau Kumbang di penuhi warga setempat khusus nya ibu-ibu untuk mencari kerang bambu.

"Ya kalau masyarakat disini bilang musim air nyurung yaitu air laut kering pada pagi hari, dimusim ini lah warga setempat terlihat ibu-ibu mencari kerang bambu atau Canggai," kata Edi 


Edi menerangkan disaat inilah warga disini untuk menambah kebutuhan sehari hari dan keluarga dimasa serba susah saat ini.
 

Penulis : Wiwin
 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play