Pontianak (Suara Pontianak) – Menjelang pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA-MMA Kalimantan Barat Tahun 2026, kesiapan perangkat pertandingan menjadi salah satu perhatian utama untuk memastikan kompetisi berjalan profesional dan sesuai regulasi.Peserta Pelatihan Wasit dan Juri IBCA-MMA foto bersama di GOR Paralimpik Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Wasit dan Juri IBCA-MMA yang digelar di GOR Paralimpik Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan teknis menghadapi Kejurprov IBCA-MMA Kalbar yang akan berlangsung di GOR Pangsuma Pontianak.
Kegiatan secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan serta pemahaman wasit dan juri, khususnya yang berasal dari Kalimantan Barat, terhadap aturan dan teknis pertandingan IBCA-MMA.
Pelatihan dipimpin Stevie Ronald Sumual, Wakil Kepala Bidang Perwasitan Pengurus Pusat IBCA-MMA.
Selain memperdalam pemahaman terhadap regulasi, pelatihan tersebut juga bertujuan menyamakan persepsi para perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan di arena.
Dengan pemahaman yang seragam, wasit dan juri diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta sesuai dengan ketentuan pertandingan yang berlaku.
Ketua Umum IBCA-MMA Kalimantan Barat, Rajak Sulaiman, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Saat memberikan keterangan pers, Rajak didampingi Korwil Kabupaten IBCA-MMA Kalbar, Roni Liza.
Menurut Rajak, kesiapan perangkat pertandingan memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan kesiapan atlet dalam sebuah kejuaraan.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memberikan persiapan yang lebih matang kepada wasit dan juri yang berasal dari Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kapasitas wasit dan juri lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di lingkungan IBCA-MMA Kalbar.
Keberadaan perangkat pertandingan lokal yang memiliki pemahaman baik terhadap regulasi dan teknis pertandingan, kata Rajak, diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan IBCA-MMA di Kalimantan Barat.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kompetisi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan olahraga bela diri di Kalimantan Barat.
Semakin banyak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pertandingan, lanjut Rajak, maka semakin terbuka pula peluang pengembangan IBCA-MMA di daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada para pelaku olahraga bela diri sekaligus mendorong semakin berkembangnya kegiatan IBCA-MMA di Kalimantan Barat,” katanya.
Pengembangan tersebut mencakup aspek pertandingan, pembinaan atlet hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Setelah pelatihan wasit dan juri, agenda dilanjutkan dengan Kejurprov IBCA-MMA Kalbar Tahun 2026 yang dipusatkan di GOR Pangsuma Pontianak.
Pertandingan kelas Youth A, B, C dan D atau kategori anak-anak dijadwalkan berlangsung Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 15.00 WIB.
Sementara pertandingan kategori remaja dan dewasa dijadwalkan berlangsung Minggu (13/9/2026), mulai pukul 07.30 WIB, di lokasi yang sama.
Pelaksanaan pelatihan dan rangkaian Kejurprov IBCA-MMA Kalbar Tahun 2026 mendapat dukungan dari Disporapar Kalbar, KONI Kalbar serta jajaran pengurus IBCA-MMA Kalimantan Barat.
Dengan semakin matangnya kesiapan perangkat pertandingan, Kejurprov IBCA-MMA Kalbar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga bela diri di Kalimantan Barat, pungkasnya. [SK]