Prosesi pelepasan berlangsung di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). MTQ Nasional ke-31 dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat, para pelatih, serta official yang telah mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Menurutnya, meski waktu pemusatan latihan relatif singkat, seluruh persiapan yang telah dilakukan harus menjadi modal bagi kafilah Kalbar untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah.
“Saya yakin masyarakat Kalimantan Barat senantiasa memberikan doa dan dukungan agar kafilah Kalbar kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Karena itu, saya berharap ketua kafilah, pelatih, dan official terus memberikan motivasi serta pendampingan kepada para peserta, serta menjaga kekompakan, keharmonisan, dan kebersamaan dengan semangat asah, asih, dan asuh,” ujar Ria Norsan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ. Pola makan, kesehatan, dan waktu istirahat, menurutnya, harus menjadi perhatian di tengah padatnya aktivitas latihan dan persiapan menghadapi perlombaan.
Selain kesiapan fisik, Ria Norsan menekankan pentingnya kesiapan mental. Para qari dan qariah diminta tampil percaya diri, optimistis, fokus, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Saya ingatkan kembali, mengingat atmosfer kompetisi nasional yang besar, mental yang kuat sangat diperlukan agar para peserta terhindar dari rasa gugup atau demam panggung saat tampil di hadapan dewan hakim dan penonton luas,” tegasnya.
Ria Norsan juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mendampingi langsung seluruh rangkaian kegiatan kafilah di Jawa Tengah. Ia masih harus menjalankan tanggung jawab sebagai kepala daerah, terutama memantau penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat meninggalkan daerah sepenuhnya, mengingat tanggung jawab besar untuk memantau situasi dan kondisi penanganan bencana di Kalbar,” katanya.
Di tengah situasi bencana yang masih terjadi, Ria Norsan berharap para kafilah, khususnya qari dan qariah, turut mendoakan agar berbagai bencana di Kalimantan Barat segera berakhir sehingga kondisi masyarakat kembali aman dan kondusif.
Ia juga meminta para official dan pendamping tidak hanya memperhatikan kesiapan teknis peserta, tetapi turut menjaga kondisi psikologis dan kebugaran mereka selama berada di Jawa Tengah.
Menurutnya, para peserta perlu diberikan kesempatan untuk melakukan penyegaran sebelum memasuki masa pertandingan. Menikmati kuliner khas Semarang maupun berwisata sejenak dinilai dapat membantu mengurangi ketegangan dan menjaga kondisi mental peserta.
“Jangan hanya latihan terus. Berikan juga kesempatan kepada mereka untuk menyegarkan pikiran, sehingga ketika bertanding mereka bisa lebih tenang, percaya diri dan tampil prima,” pesannya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, kafilah Kalbar yang diberangkatkan untuk mengikuti MTQ Nasional ke-31 berjumlah 87 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 47 peserta, 14 pelatih, 19 pendamping atau official, serta enam pendamping orang tua/darmabakti.
Persiapan kafilah telah dilakukan melalui pemusatan latihan atau training center sejak Januari hingga September 2026. Pemusatan latihan dilaksanakan dalam dua gelombang utama, yakni 11–17 Mei 2026 dan 26–28 Juli 2026.
Selain itu, pantri center juga dilaksanakan menjelang keberangkatan pada 9 September 2026 sebagai bagian dari persiapan akhir kontingen.
Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 di Jawa Tengah mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 715 Tahun 2025 yang menetapkan Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Sementara itu, pengelolaan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat periode 2024–2029 mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 138/KESRA/2026 tentang Perubahan Lampiran I Keputusan Gubernur Kalimantan Barat mengenai Pengurus LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Periode 2024–2029.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, kafilah Kalimantan Barat diharapkan mampu tampil maksimal, menjaga nama baik daerah, dan membawa pulang prestasi terbaik dari MTQ Nasional ke-31. [SK]