Bahasan: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Ketahanan Keluarga

Editor: Admin author photo

 

Sosialisasi P4GN di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (29/9/2026). SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat dan harmonis menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter, moral, serta perilaku generasi muda agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang berisiko.

Hal tersebut disampaikan Bahasan saat membuka Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (29/9/2026).

“Keluarga yang kuat, harmonis, dan memiliki komunikasi yang baik akan mampu menjadi pelindung pertama bagi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk bahaya narkoba,” ujarnya.

Bahasan mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak bersama berbagai pihak terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program P4GN secara terpadu dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan narkoba tidak cukup ditangani hanya melalui pendekatan hukum, tetapi membutuhkan langkah pencegahan, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran keluarga, serta nilai sosial dan agama.

“Kita ingin menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya,” katanya.

Ia menilai, upaya mewujudkan generasi yang mampu berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 harus dibarengi dengan upaya memastikan generasi muda terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, Bahasan mengajak para orang tua menjadikan rumah sebagai ruang dialog terbuka bagi anak. Perhatian, pendampingan, dan rasa aman dinilai penting agar anak tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapinya kepada keluarga.

“Mari kita jadikan keluarga sebagai ruang dialog terbuka, tempat anak-anak merasa aman dan mendapatkan pendampingan yang baik,” ujarnya.

Selain keluarga, Bahasan juga mendorong masyarakat menciptakan lebih banyak aktivitas positif bagi generasi muda. Kegiatan sosial, olahraga, keagamaan, seni, hingga ruang kreativitas dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan diri sekaligus membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

Menurut Bahasan, persoalan peredaran narkoba kini tidak hanya menjadi persoalan di wilayah tertentu. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat.

“Sekarang persoalannya sudah meluas. Tinggal bagaimana pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat berani berkolaborasi serta memiliki niat yang sama untuk menekan peredarannya,” katanya.

Bahasan juga menilai masyarakat perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai bahaya narkoba, mulai dari jenis dan dampaknya hingga sanksi hukum serta mekanisme asesmen dan rehabilitasi.

Ia meminta upaya pencegahan terus menyesuaikan dengan perkembangan modus dan jenis zat yang berpotensi disalahgunakan. Produk-produk baru yang dikemas dalam berbagai bentuk, termasuk melalui rokok elektrik, menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.

Dampak penyalahgunaan narkoba, lanjut Bahasan, tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan keharmonisan seluruh anggota keluarga.

“Kalau ada satu anggota keluarga yang sudah kecanduan, seluruh keluarganya ikut merasakan dampaknya. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting,” ujarnya.

Bahasan turut menekankan peran RT, RW, kader PKK, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur lingkungan dalam membangun keberanian bersama untuk menolak narkoba. Ia berharap sosialisasi P4GN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan gerakan nyata di tengah masyarakat.

“Sosialisasi ini harus berdampak. Setelah pulang, bapak ibu dan adik-adik harus ikut menyuarakan bahaya narkoba dan mengajak lingkungan untuk bergerak bersama,” tutupnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play